Tanam Pohon Meredam Konflik
Lingkungan & Krisis Iklim
January 30, 2026
Jon Afrizal/Tanjung Mandiri, Batanghari

Penanaman pohon serentak di areal Gapoktan Pematang Telang. (credits: Jon Afrizal/amira.co.id)
GABUNGAN Kelompok Tani (Gapoktan) Pematang Telang, melakukan penanaman pohon serentak di arealnya, di konsesi “Hutan Harapan”, Rabu (28/1). Penanaman ini juga dilakukan serentak di beberapa daerah di Provinsi Jambi, sebagai bagian dari perayaan ulang tahun Provinsi Jambi tahun 2026.
Adapun wilayah KTH Pematang Telang, yang sebelumnya hanya berisi tanaman sawit, atas persetujuan kelompok, sedikit demi sedikit telah berganti menjadi tanaman non sawit.

Nurdin, ketua KTH Maliki sedang memanen daun ubi singkong. (credits: Jon Afrizal/amira.co.id)
Setelah Nota Kesepahaman Kerjasama (NKK) dengan PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki) dua tahun lalu, maka 35 orang anggota dipercaya untuk mengelola lahan seluas 126 hektare. Kini, sebanyak 10,5 hektare telah diupayakan untuk bertaman gambir (: gambier).
Gambir hasil pertanian mereka telah panen satu kali.
“Perjuangan anggota kelompok akhirnya membuahkan hasil yang sepadan,” kata Bayu Sasmita, anggota Gapoktan Pematang Telang.
Saat ini, katanya, kelompoknya tegah menunggu kedatangan mesin pengolah. Mesin ini adalah bantuan dari PT Reki.
Tujuannya adalah agar kelompok dapat mengolah dengan baik .hasil panenan mereka.

Nurdin, ketua KTH Maliki sedang membawa hasil sadapan getah jelutung. (credits: Jon Afrizal/amira.co.id)
Pun, Arifin, Ketua Gapoktan Pematang Telang, “merayakan” dengan menumbangkan pohon sawit ke-36. Penumbangan pohon sawit ini adalah bukti dari keseriusan Gapoktan Pematang Telang untuk ikut memperbaiki kawasan hutan yang telah terlanjur ditanami sawit.
Sementara itu, tidak begitu jauh dari lokasi, Kelompok Tani Hutan (KTH) Maliki yg memiliki anggota 19 orang telah mengusahakan “Kebun Campur” dengan luas 75 hektare.
“Kebun campur dapat digunakan untuk kebutuhan sehari-hari kami,” katanya.
Wilayah ini pernah terbakar di tahun 2019. Namun, anggota kelompok yang sempat down, menanam kembali di tahun 2020.
Kelompok ini menanam ubi, pisang, sayur-sayuran, durian, karet dan jelutung.
Perhutanan Sosial (PS), di sini, diimplementasikan melalui keinginan masing-masing Gapoktan dan KTH, terkait tanaman yang mereka tanam.

Penanaman pohon serentak di areal Gapoktan Pematang Telang. (credits: Jon Afrizal/amira.co.id)
Dan, jika KTH Maliki memilih Kebun Campur, maka, itu bertujuan untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari
Terdata sebanyak 14 kelompok (3 Gapoktan dan 11 KTH) di konsesi Hutan Harapan. Dengan anggota 420 KK di Jambi, dan 74 KK di Sumatra Selatan (Sumsel).
Sedangkan luasan, terdata 5.875 hektare di Jambi, dan 294 hektare di Sumsel.
“Dengan NKK, persoalan konflik dapat diperkecil,” kata Direktur PT Restorasi Ekosistem Indonesia (Reki).
Pun, juga memberi ruang bagi masyarakat untuk ikut berkegiatan di kawasan Hutan Harapan, dan sesuai dengan visi restorasi ekosistem,” .*
