Iram, Kota Yang Hilang
Inovasi
February 27, 2026
Jon Afrizal

Penelitian arkeologi di Wadi Aybut, Dhofar, Oman. (credits: Public Library of Science)
IRAM atau “Kota Pilar” adalah adalah kota wilayah atau suku yang hilang, yang disebutkan dalam Quran. Iram dhat al-ʿimad, demikian namanya, dapat diterjemahkan sebagai: Iram dari tiang tenda.
Nama Iram, tertera pada Surah al-Fajr, dimulai dari ayat 6. Terjemahannya, yakni, “Sudahkah kamu melihat bagaimana Tuhanmu berurusan dengan orang-orang Ad, Iram, kota dengan pilar-pilar yang tinggi, yang tidak pernah dibuat di negeri manapun?”
Kaum Ad ini dihukum oleh Allah karena kesalahan mereka. Lalu, kaum Ad dikubur bersama dengan kota mereka dengan istana yang berpilar tinggi, pada badai pasir yang berlangsung selama delapan hari lamanya.
Yang, kutipan dari Surah al-Fajr dilanjutkan, dengan terjemahan, “Kemudian Allah menurunkannya dan pada orang-orang kafir yang keras kepala dengan suara yang lantang dari langit tempat kuasa-Nya, yang menghancurkan mereka semua dengan kegaduhan yang sangat keras.”
Dalam beberapa penyebutan, Iram, juga disebut “Irum”, “Irem”, “Erum”, dan “Ubar”.
Posisinya berada di Rub’ al Khali. Yakni gurun dengan panjang 1.000 kilometer, dan lebar 500 kilometer.

Gambar radar ruang angkasa Kota Ubar yang hilang. (credits: NASA)
Ketinggian permukaannya, mengutip Lolailo, dari 800 meter di barat daya hingga sekitar permukaan laut di timur laut. Dengan medan yang ditutupi bukit pasir dengan ketinggian hingga 250 meter, diselingi dengan kerikil dan dataran gipsum, dengan kadar kalsium yang mendominasi pada mineralnya.
Pasirnya berwarna oranye kemerahan karena kehadiran feldspar, sebagai kelompok mineral tektosilikat pembentuk batuan yang membentuk 41 persen kerak bumi.
Terdapat pula dataran garam payau di beberapa daerah, seperti daerah Umm al Samim di tepi timur gurun.
Memang, banyak pihak yang berusaha menemukan kota yang hilang ini.
The Book of the Thousand Nights and a Nights atau Kisah Seribu Satu Malam menambahi dengan referensi dan deskripsi harta. Seperti emas, perak, dan batu mulia. Sehingga memotivasi para pencari harta untuk menemukan kota Iram.
Pada tahun 1930, mengutip The Travel, penjelajah Bertram Thomas menjadi orang Eropa pertama yang melintasi Empty Quarter. Yakni sebuah padang pasir besar yang membentang di petak besar Semenanjung Arab, termasuk bagian dari Arab Saudi, Oman, Yaman, dan Uni Emirat Arab.
Bertram Thomas mendapatkan informasi dari Suku Badui, yakni suku pengelana di padang pasir, bahwa Iram lebih dikenal sebagai Ubar dan terletak di Dhofar utara. Bertram Thomas menuliskan pengalamannya pada buku berjudul Arabia Felix.
Namun, informasi Thomas, yang bersumber dari panduan Badui, adalah bahwa Iram lebih dikenal sebagai Ubar dan terletak di Dhofar utara.
Selanjutnya, setelah tiga tahun berlalu, penjelajah Inggris, Harry St John Philby, menjelajahi Empty Quarter, dan menemukan sisa-sisa sebuah kota bernama Wubar dan sebuah situs meteor.

Sampul buku “Sinbad the sailor and Ali Baba and the forty thieves” karya Lawrence & Bullen. (credits: Public Domain)
Ia juga dipandu oleh Suku Badui. Sayangnya, terjadi salah informasi tentang tanggal terjadinya penghancuran orang-orang Ad.
Baru pada tahun 1975, bukti nyata dari cerita itu akhirnya digali. Di Suriah, di mana sistem alfabet tertua di dunia ditemukan, arkeolog Italia menemukan cache 15.000 tablet paku di situs kota kuno Ebla dari 4.500 tahun yang lalu.
Dan, Iram termasuk di antara kota-kota regional yang disebutkan pada tablet ini.
Ketika sebuah ekspedisi yang dipimpin Nicholas Clapp yang menggunakan teknologi satelit NASA dikatakan akhirnya menemukan kota yang hilang pada awal tahun 1990-an, misteri pun terpecahkan. Namun, situs yang ditemukan terlalu kecil dan hanya memiliki bukti benteng yang sebelumnya digunakan oleh para pedagang.
Sejauh ini, setiap negara di Semenanjung Arab telah berteori tentang kemungkinan situs kota kuno Iram. Namun, dengan temuan tablet Ebla di Suriah, arkeolog memiliki bidang yang luas dari situs potensial untuk mempertimbangkan.
Sebelumnya, beberapa tempat lain juga telah dites. Sejak dari Damaskus (Suriah) ke Alexandria (Mesir).
Yang paling menonjol adalah Wadi Rum di Yordania, tempat dimana sebuah prasasti ditemukan di dekat gunung Jabal Ramm menyebutkan: Iram. Namun, sulit untuk mengklaim berbagai situs itu, karena begitu sedikit bukti yang masih ada.
Dan, meskipun butuh penelitian dan bukti lanjutan, bahwa masa lalu telah terkubur, tetapi kebenaran pada akhirnya tidak dapat ditemukan.*
