Jalintimsum Dibuka Kembali
Lingkungan & Krisis Iklim
January 5, 2026
Junus Nuh/Pekanbaru

Investigasi oleh Polisi dan PT TGI pada insiden kebocoran dan meledaknya pipa gas bawah tanah jalur pipa Grissik Duri (GD) KP222 di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Sabtu (3/1). (credits: RRI)
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh pihak serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar.” Corporate Secretary TGI, Emil Ismail
SETELAH ditutup total hampir 24 jam, Jalan Lintas Timur Sumatra (Jalintimsum) dibuka Kembali, Sabtu (3/1). Antrean kendaraan baik dari arah Pekanbaru maupun dari arah Jambi telah dapat melintasi Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, tempat dimana pipa gas bawah tanah Grissik Duri (GD) KP222 PT Trans Gas Indonesia (TGI) bocor dan meledak pada pukul 16.35 WIB, Jum’at (2/1).
“Situasi di lapangan terkendali, meskipun proses penanganan dan pengamanan di sekitar lokasi kejadian masih terus dilakukan oleh petugas gabungan,” kata Kapolres Indragiri Hilir AKBP Farouk Oktora, mengutip Riau Online, Sabtu (3/1).
Posko pantau petuga gabungan pun telah didirikan di sekitar lokasi kebocoran pipa gas. Yang berfungsi sebagai pusat pengawasan, pengendalian situasi, serta pengaturan arus lalu lintas jika sewaktu-waktu dibutuhkan.
Pun, sebelumnya, tiga unit mobil pemadam kebakaran telah disiagakn di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Apparat telah berkoordinasi dengan pihak PT TGI untuk menghentikan aliran gas guna mencegah ledakan susulan.
Menurutnya, ledakan ini telah menyebabkan 10 korban. Sebanyak enam orang mengalami luka bakar, dan empat lainnya menderita luka ringan akibat terjatuh saat berupaya menyelamatkan diri dari lokasi kejadian.
“Korban telah mendapatkan penanganan medis,” kata Kapolres.
Selain itu, lima unit truk dan lima sepeda motor juga terbakar. Termasuk tiga bangunan usaha milik warga.
Meskipun, sejauh ini, ledakan ini tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa kebocoran pipa gas bawah tanah yang meledak itu diawali dengan bunyi dentuman keras yang disusul semburan api besar dari dalam tanah, sekitar pukul 16.00 WIB, Jum’at (2/1). Kobaran api menjulang setinggi kurang lebih 15 meter ke udara.

Insiden kebocoran dan meledaknya pipa gas bawah tanah jalur pipa Grissik Duri (GD) KP222 TGI di Desa Batu Ampar, Kecamatan Kemuning, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau, Jumat (2/1). (credits: Ist)
Api dapat dipadamkan setelah dilakukan penyekatan aliran gas dari arah Pekanbaru dan Jambi.
Polisi telah memasang police line di tempat kejadian perkara (TKP).
TKP ledakan pipa gas bawah tanah ini berada sangat dengan dengan badan jalan Jalinstimsum. Sehingga, penutupan jalan pun dilakukan sebagai langkah mitigasi darurat. Ini untuk pencegah potensi ledakan susulan. Aparat juga menetapkan zona steril dengan radius hingga 1 kilometer dari titik kebakaran.
“Tim Laboratorium Forensik Polda Riau bersama tim teknis dari PT TGI telah diturunkan untuk melakukan olah TKP. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti terjadinya kebocoran pipa gas itu,” kata Karo Ops Polda Riau Kombes Pol Ino Harianto, mengutip RRI, Sabtu (3/1).
Polisi memastikan akan mendalami aspek teknis dan keselamatan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.
Corporate Secretary TGI, Emil Ismail, mengatakan bahwa fokus utama perusahaan pada saat ini adalah penanganan insiden secara cepat dan tepat, pengamanan lokasi, pekerja serta masyarakat dengan mengutamakan aspek Health, Safety, Security, and Environment (HSSE).
“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, dan berkomitmen untuk memastikan keselamatan seluruh pihak serta meminimalkan dampak terhadap lingkungan sekitar,” katanya, mengutip Dunia Energi, Jumat (2/1).
Menurutnya, sesaat setelah insiden terjadi, TGI telah mematikan kompresor dan menutup seluruh section valve terdekat untuk menghentikan kebocoran. Selain juga bekerjasama dengan pihak terkait termasuk tim Damkar setempat.
Pun proses investigasi oleh tim lapangan dan pihak terkait masih terus berlanjut untuk mengetahui penyebab kejadian.*
