Nestle Tarik Susu Formula Dari Peredaran Global

Ekonomi & Bisnis

January 14, 2026

Zachary Jonah

Peredaran produk Nestle di pasaran global. (credits: Nestle)

NESTLE menyatakan menarik beberapa batch produk nutrisi bayi dari 49 negara, termasuk Indonesia. Batch yang ditarik dari pasaran, termasuk juga susu formula SMA, BEBA dan NAN, yang sebagian besar di Eropa.

Penarikan ini dikarenakan produk berkemungkinan terkontaminasi Cereulide, yakni racun yang diproduksi oleh bakteri Bacillus Cereus. Racun ini dapat menyebabkan mual dan muntah.

Penarikan beberapa batch ini telah dimulai pada skala yang lebih kecil pada bulan Desember 2025 lalu. Dan, penarikan ini telah semakin menekan Philipp Navratil, Chief Executive Nestle yang baru, yang berusaha untuk menghidupkan kembali pertumbuhan melalui tinjauan portofolio setelah periode pergolakan manajemen.

Kementerian Kesehatan Austria, mengutip Reuters, menyatakan bahwa penarikan itu mempengaruhi lebih dari 800 produk yang berasal dari lebih 10 pabrik Nestle. Dan penarikan ini adalah yang terbesar dalam sejarah perusahaan. Meskipun, belum ada klarifikasi terkait angka, dari manajemen Nestle.

Nestle telah menerbitkan nomor batch untuk produk yang dijual di berbagai negara yang tidak boleh dikonsumsi. Nestle pun menyatakan sedang bekerja untuk meminimalkan gangguan pasokan.

Nestle menyatakan telah mengidentifikasi potensi risiko di satu pabrik di Belanda. Otoritas keamanan pangan Belanda (NVWA) menyatakan penyelidikan Nestle menunjukkan bahan baku yang terkontaminasi telah digunakan di beberapa lokasi produksi, termasuk di luar Belanda.

Peredaran produk Nestle di pasaran global. (credits: Nestle)

Nestle, pada siaran persnya pada Senin malam, menyatakan bahwa tidak ada penyakit yang dikonfirmasi sehubungan dengan produk yang ditarik kembali itu. Setelah masalah kualitas terdeteksi dalam bahan dari pemasok terkemuka, Nestle melakukan pengujian seluruh minyak asam arakidon dan campuran minyak yang sesuai yang digunakan dalam produksi produk nutrisi bayi yang berpotensi terkena dampak.

Dengan selesainya pengujian, maka Nestle telah menarik kembali produk yang terkena dampak dan mengaktifkan pemasok alternatif minyak asam arakidon, dan meningkatkan produksi di beberapa pabrik dan mempercepat pelepasan produk yang tidak terpengaruh dari pusat distribusi untuk mempertahankan pasokan.

Pada akhir September 2008, mengutip The Times, pemerintah Hong Kong menemukan zat melamin dalam produk susu Nestle buatan China. Sebanyak enam bayi meninggal dunia karena kerusakan ginjal, dan 860 bayi lainnya dirawat di rumah sakit.

Pada Juni 2008, wabah E. coli O157:H7 dikaitkan dengan adonan kue berpendingin Nestle yang berasal dari tanaman di Danville, Virginia.

Pada bulan Maret 2017, mengutip Independent, Nestle mengumumkan akan menurunkan kandungan gula di Kit Kat, Yorkie dan Aero chocolate bar sebesar 10 persen pada tahun 2018. Pada bulan Juli, pengumuman serupa diikuti mengenai pengurangan kadar gula dalam sereal sarapan di Inggris.

Sejak tahun 1970, mengutip laman Nestle, perusahaan ini telah dikaitkan dengan berbagai kontroversi, menghadapi kritik dan boikot atas pemasaran susu formula bayi sebagai alternatif untuk menyusui di negara-negara berkembang di mana air bersih mungkin langka, ketergantungannya pada pemasok yang menggunakan pekerja anak dalam produksi kakao, dan produksi dan promosi air kemasannya.

Kantor pusat Nestle di Vevey, Swiss. (credits: Wiki Commons)

Nestle adalah perusahaan konglomerat pengolahan makanan dan minuman multinasional Swiss yang berkantor pusat di Vevey, Swiss. Nestle yang didirikan pada tahun 1905, adalah penggabungan dari Anglo-Swiss Condensed Milk Company, yang didirikan pada tahun 1866 oleh a George Ham Page dan Charles Page, dan Farine Lactee Henri Nestle yang didirikan pada tahun 1867 oleh Henri Nestle.

Di Indonesia, Nestle telah ada sejak tahun 1873, dan kini, memiliki tiga pabrik, yakni Pabrik Kejayan di Jawa Timur, Pabrik Panjang di Lampung, dan, Pabrik Karawang di Jawa Barat.

Nestle memproduksi lebih dari 2.000 merek produk, sejak dari ikon global seperti Kit Kat dan Nescafe hingga produk lokal seperti Bear Brand, Koko Krunch, Cerelac, Bear Brand, Carnation, dan Maggi.

Perusahaan ini telah menjadi perusahaan makanan publik terbesar di dunia, diukur berdasarkan pendapatan dan metrik lainnya, sejak tahun 2014.

Perusahaan ini menduduki peringkat ke-64 dalam Fortune Global 500 pada tahun 2017. Pada tahun 2023, perusahaan ini menduduki peringkat ke-50 dalam Forbes Global 2000.*

Share:
avatar

Redaksi