Protes Satire “My Little Bolu Ketan”

Budaya & Seni

June 4, 2026

Jon Afrizal

Satire. (credits: clickview)

“Tambah ganteng aja
My little bolu ketan”

MEDIA sosial adalah ruang tersendiri di saat internet telah merasuki perdusunan saat ini. Satu yang menjadi sangat riuh, adalah lagu My little bolu ketan.

Mengutip Suara, lagu ini awalnya dipopulerkan oleh akun TikTok @/vokaliz_netizen. Lagu ini, secara proses penciptaan tidak diciptakan secara manual oleh komposer music. Melainkan diduga memanfaatkan kecanggihan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).

“Kalau itu asli, (saya) penasaran. Adinda, saya akan minta tolong untuk saya mengundang. Kalau yang bersangkutan berkenan, saya akan mengundang untukmu berbincang-bincang sekaligus makan. Karena penasaran juga saya,” kata Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) BahlilLahadalia, melalui video yang diunggah di akun Instagram resmi @raffinagita1717, Jumat (29/5), mengutip Medcom.

Kutipan diawal tulisan ini adalah bagian dari lirik lagu My little bolu ketan.

Berawal dari unggahan di akun TikTok @vokaliz_netizen pada 29 April 2026, video My Little Bolu Ketan ini menggunakan caption sederhana “kanda suka Dinda punya gaya”. Bahkan, kini telah pula melancong hingga ke Youtube.

Terhitung hingga 29 Mei 2026, mengutip Medcom, video My Little Bolu Ketan telah mendapat lebih dari 1,4 juta likes serta puluhan ribu komentar dari pengguna TikTok.

Masih mengutip Medcom, komentar-komentar lucu atau nyeleneh yang muncul di video public figure maupun tokoh terkenal akan dikumpulkan, dipilih, lalu diolah menjadi lirik lagu oleh akun @vokaliz_netizen. Sehingga, jadilah lagu dan lirik My Little Bolu Ketan.

Bahkan, jika me-searching di platform Youtube, maka akan terdapat berbagai genre dari lagu My little bole ketan.

Dunia seni mengenal satire (satir). Satir adalah satu genre dari seni visual, literatur, dan pertunjukan seni, yang biasanya dalam bentuk fiksi dan juga dapat berupa non-fiksi.

Video “My Little Bolu Ketan”. (credits: Youtube)

Genre ini biasanya menyajikan gambaran dari kekerasan, penyelewengan, perbuatan kurang baik,  yang dikemas dalam nuansa menggelikan, humoris, dan lucu. Tujuannya adalah untuk menolak seseorang, perusahaan, pemerintah, ataupun kehidupan masyarakat itu sendiri, agar berubah menjadi lebih baik.

Satir, biasanya hanya dimaksudkan sebagai karya humoris saja. Namun, satir memiliki tujuan yang lebih besar. Yakni sebagai kritik sosial terstruktur dengan kehumorisan untuk menarik perhatian, dan juga untuk mengkritik masalah yang lebih besar yang terjadi dalam masyarakat.

Sehingga, satir adalah bentuk protes dari apa yang tengah terjadi saat ini.

Satir tidak hanya memiliki karakteristik sebagai ironi atau sarkasme yang kuat saja. Menurut Herman Northrop Frye, seorang kritikus sastra dan ahli teori sastra Kanada, bahwa “Ironi adalah bentuk paling ekstrem dalam satire”.

Dan, satir juga memiliki unsur-unsur; parodi, burlesque, pernyataan yg berlebih-lebihan, penjajaran, perbandingan, analogi, dan entendre ganda.

Maka, lagu My Little Bolu Ketan, adalah bentuk protes yang paling lucu dan humoris, juga menghibur, dari sekian banyak bentuk protes yang sering dilakukan di Indonesia. Tanpa aksi demonstrasi yang mengerahkan banyak massa, dan, tanpa bentrokan-bentrokan.

Bahkan, menurut Bahlil Lahadalia mengutip Medcom, anaknya pun sering menyanyikan lagu ini.

Dan, bahwa Music Is Universal Languange, pun telah menjadi media protes dengan bentuk hiburan. Sebagai sesuatu yang universal, musik memiliki ornamen yang dapat menyentuh alam bawah sadar setiap manusia.

Lagu, akan sering dinyanyikan, tanpa disadari.

Dan, siapapun yang menyanyikan lagu My little bolu ketan, adalah sedang memprotes apa yang telah terjadi.*

Share:
avatar

Redaksi