Kecewa, Supporter Timnas Argentina Merusuh
Lifestyle
July 22, 2026
Zachary Jonah

Penggemar Argentina berkumpul di monumen Obelisk di Buenos Aires setelah kekalahan final Piala Dunia tim mereka. (credits: Getty Images)
SUPPORTER Timnas Argentina mengungkapkan kekecewaannya dengan kemarahan. Mereka melemparkan batu dan botol ke polisi di Buenos Aires, setelah Timnas Argentina kalah (0 – 1) dari Timnas Spanyol pada final World Cup 2026, Minggu (19/7).
Sebanyak15 orang ditangkap dan puluhan lainnya terluka dalam bentrokan ini. Demikian mengutip The Telegraph.
Ribuan supporter berada di jalanan selama pertandingan final berlangsung. Mereka berkerumunan di monumen Obelisk, Buenos Aires untuk mendukung timnasnya.
Namun, menit-menit terakhir, ketika terjadinya kekalahan telah mengubah areal monument Obelisk menjadi ajang perkelahian. Supporter menyerang polisi dengan melemparkan batu dan botol kaca. Polisi, kemudian menetralisir dengan peluru karet, gas air mata dan water cannon.
Sebanyak tujuh petugas polisi menderita luka-luka. Demikian mengutip Infobae.
Akibat bentrokan ini, pihak berwenang menutup beberapa jalan utama di Buenos Aires, sebagai upaya untuk memadamkan kerusuhan lanjutan.
Sementara itu, di Ciudad Rodrigo, Spanyol, seorang anak laki-laki berusia 13 tahun tewas dan dua lainnya terluka selama final World Cup 2026 berlangsung. Insiden ini terjadi karena air mancur Arbol Gordo di Ciudad Rodrigo roboh.
“Apa yang seharusnya menjadi perayaan kemenangan di Piala Dunia tim nasional sepak bola Spanyol telah berubah menjadi tragedy.” Demikian mengutip pernyataan balaikota Ciudad Rodrigo.
Kekerasan yang terjadi di Buenos Aires juga telah memperlihatkan buruknya perilaku beberapa pemain Timnas Argentina setelah peluit akhir. Setelah dikalahkan oleh Spanyol dalam kekalahan 1-0, beberapa pemain timnas Argentina meninju, menendang pemain timnas Spanyol.

Timnas Spanyol mengangkat trofi World Cup trophy, setelah mengalahkan timnas Argentina, di final World Cip 2026, pada tanggal 19 Juli 2026. (credits: Wiki Potraits)
Meskipun kalah pada final World Cup 2026, presiden Argentina Javier Milei telah menetapkannya tanggal final World Cup 2026 sebagai hari libur nasional. Dengan alasan, bahwa Argentina harus diberi “hari untuk merayakan”. Demikian pernyataannya di X.
Sementara itu, FIFA akan menyelidiki pemain timnas Argentina atas kekerasan yang dilakukan kepada pemanin tim nasional ke Spanyol, setelah peluit berbunyi sebagai tanda berakhirnya pertandingan final World Cup 2026.
“Setelah penilaian laporan pertandingan yang relevan untuk final Piala Dunia FIFA antara Spanyol dan Argentina, dan sejalan dengan pasal 36 dari FIFA Disciplinary Code (FDC), Komite Disiplin FIFA telah menunjuk Jaksa Penuntut Disiplin dan Etika untuk menyelidiki potensi pelanggaran FDC sehubungan dengan insiden pasca-pertandingan.” Demikain pernyataan FIFA, mengutip Yahoo Sports.
Setelah peluit akhir pertandingan, pemain timnas Argentina Leandro Paredes meraih Eric Garcia dari timnas Spanyol, dan, diikuti oleh pemain timnas Argentina lainnya. Mereka mendorong dan menyandung Eric Garcia.
Dan jika penyelidikan FIFA menentukan bahwa Leandro Paredes memang melakukan chokehold, sebagai yang terlihat di replay video, maka Leandro Paredes seharusnya mendapatkan Kartu Merah.
Kemenangan timnas Spanyol, terjadi setelah penyerang Ferran Torres Garcia dengan nomor punggung 7 mencetak gol pada menit tambahan. Dan, kemenangan ini membuat timnas Spanyol meraih gelar juara World Cup FIFA yang kedua, setelah tahun 2010 lalu.
Sewaktu itu, timnas Spanyol menang 1-0 atas timnas Belanda, di Soccer City, Johannesburg Afrika Selatan, pada tanggal 11 Juli 2010.
Timnas Spanyol terkenal dengan gaya permainan tiqui-taca. Yakni permainan sepak bola dengan ciri umpan-umpan pendek dan pergerakan yang dinamis, memindahkan bola melalui beragam saluran, dan mempertahankan penguasaan bola.*
