The Legend, Lionel Messi

Inovasi

July 7, 2026

Mahendra Wisnu

Lionel Messi, dengan latar Che Guevara (credits: Messi/Logowik/amira.co.id)

“Dulu mereka bilang engkau hanya bisa menghentikan aku dengan pistol. Hari ini engkau butuh senapan mesin untuk menghentikan Messi.” Hristo Stoichkov

DUA nama yang memegang rekor bersama dalam menciptakan peluang terbanyak di turnamen Piala Dunia, adalah; Diego Maradona dan Lionel Messi. Dengan angka 67, untuk keduanya.

Jika Diego Maradona (1960 – 2020) dengan nomor punggung 10 adalah mantan pemain sepak bola legendaris Argentina. Maka, timnas Argentina, kini mewarisinya kepada Messi, yang juga memiliki nomor pungung yang sama: 10.

Messi adalah “The Atomic Flea”. Keika ia mengangkat trofi Piala Dunia 2022, di Qatar.

Messi, mengutip FIFA, dengan menggunakan seragam biru langit dan putih garis-garis, telah memenangkan Piala Dunia U-20 FIFA, Olimpiade Cabang Sepak Bola Pria, Finalissima, dan, dua Copa America.

Puncak kariernya adalah pada Piala Dunia 2022 di Qatar. Ketika itu usianya 35 tahun. Dan, ia adalah tokoh utama dalam kemenangan Argentina versus Perancis.

Argentina memenangkan pertandingan melalui adu penalti dengan skor 4 – 2. Ini setelah hasil imbang 3 – 3 hingga perpanjangan waktu berakhir. Dan, sebagai pemenang dari final yang mendebarkan itu, Argentina meraih gelar juara Piala Dunia FIFA yang ketiga kalinya, melalui Messi.

Pada tahun 2022, Messi adalah penampilan individu terbaik. Dengan mencetak tujuh gol, dan menjadi bintang utama pada final Piala Dunia 2002 melawan Prancis.

Pada Piala Duni 2022, Messi tidak hanya pulang dengan Ballon d’Or saja. Tetapi, juga dengan medali juara.

Lionel, sebagai nama depan Messi adalah diambil dari nama penyanyi Lionel Ritchie. Ibu dari Messi, Celia Cuccittini yang memberikannya.

Lionel Messi mengangkat trofi, pada selebrasi Piala Dunia 2022 di Qatar. (credits: Fifa)

Kebetulan, Celia Cuccittini menyukai tembang-tembang Lionel Ritchie. Dan Messi lahir tak lama setelah Lionel Ritchie, merilis album Dancing on the Ceiling (1986). Dengan tembang-tembang hits, seperti; Deep River Woman, Ballerina Girl, dan, Say You, Say Me.

Lionel Andres Messi Cuccitini, demikian nama lengkapnya, lahir di Rosario, Santa Fe, Argentina pada tanggal 24 Juni 1987. Kota yang sama, tempat terlahirkan legenda anti imprealis, dan tokoh revolusi Cuba, Che Guevara (1928 – 1967).

Maka, jadilah si kecil ini dipanggil dengan sapaan “Leo”.

Rosario terletak di tepi barat Sungai Parana, yang mengalir melintasi Brasil, Paraguay dan Argentina sepanjang 2.570 kilometer.

Namun, Messi menderita kekurangan hormon pertumbuhan saat masih kecil. Ketika berusia 13 tahun, dan memutuskan untuk mengikuti seleksi di Barcelona FC, tingginya hanya 131 centimeter saja.

Saat pertama kali melihat Messi, dengan perawakan yang kecil, semua orang ragu dengan kemampuan Messi. Tapi, ketika Messi menendang bola, keraguan semua orang pun lenyaplah.

Awalnya, pihak Barcelona FC memutuskan untuk tidak merekrut Messi, dengan ukuran tubuhnya yang kecil, dan dengan biaya mahal yang dibutuhkan untuk terapi hormon pertumbuhan. Namun, direktur teknis Charly Rexach diam-diam telah melanggar kebijakan klub.

Maka, pada saat makan siang dengan agen Messi di Pompeia Tennis Club, mereka menandatangani kontrak dengan Barcelona FC.

Lima orang penonton Piala Dunia 2026 yang menggunakan jersey Lionel Messi. (credits: Indie5051/X)

Selanjutnya, Messi telah mencetak gol saat berusia 18 tahun. Ia adalah pencetak gol termuda ketujuh dalam sejarah Piala Dunia. Dimana Pele memimpin daftar termuda, dengan usia 17 tahun pada tahun 1958.

Kini, sebagai kapten timnas Argentina di Piala Dunia, Messi memegang gelar pencetak gol terbanyak sepanjang masa, dengan 19 gol. Serta menjadi pemberi assist terbanyak kedua, dengan 8 assist.

Messi, mengutip Goal, memecahkan rekor historis jumlah penampilan di putaran final Piala Dunia saat ia memainkan pertandingan ke-30-nya melawan Cape Verde di babak 32 besar. Dan, penampilan ini mengungguli seluruh legenda yang pernah ada sebelumnya dalam sejarah turnamen Piala Dunia.

Messi unggul empat pertandingan atas pemain Portugal, Cristiano Ronaldo, yang menempati posisi kedua dengan 26 pertandingan di Piala Dunia. Messi juga unggul 12 pertandingan dari pemain Prancis, Kylian Mbappe, yang telah bermain dalam 18 pertandingan hingga saat ini.

Namun, pada saat pertandingan melawan Cape Verde, bola yang bergulir sempat mengenai pemain Diney Borges dari Cape Verde. FIFA, mengutip laman resmi FIFA, pun kemudian memutuskan bahwa itu adalah gol bunuh diri dari Diney Borges.

Keputusan FIFA ini pun membatalkan rekor Messi untuk timnas Argentina.

Tetapi, sinaran bintang belumlah meredup.

Timnas Argentina akan bertarung melawan timnas Mesir di babak 16 besar, di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta pada Selasa (7/7) waktu setempat.

Messi masih akan melanjutkan tarian “tango” di Piala Dunia 2026 ini.*

Share:
avatar

Redaksi