Panji Asmarabangun Dari Jenggala

Budaya & Seni

January 27, 2026

Jon Afrizal

Lukisan Raden Panji dan tiga perempuan di istana. (credits: Tropen Museum)

Asmarabangun yang berasal dari Jenggala

Dikenal dengan nama Raden Panji Inu Kertapati.

Ia bepergian ke banyak tempat,

Berganti nama menjadi Jayalengkara.

Hatinya bertambat di Kediri

Tempat putri Galuh Candrakirana berada.

CERITA Panji, adalah sebuah kumpulan cerita yang memuat begitu banyak kisah-kisah lanjutan. Hingga kini belum dapat diketahui siapa pencipta kisah ini. Sebagai folklore, kisah ini dapat berbentuk; kakawin, babad, dan hikayat.

Kisah Panji, terukir di relief di banyak candi terutama di Provinsi Jawa Timur, dan juga lukisan dan ukiran.

Dengan berbagai macam versi turunan, yang kadang berubah background ruang dan waktu, dan nama-nama yang kadang juga berbeda. Namun, tetap terpatron pada kisah cinta antara dua orang; Raden Inu Kertapati dan Galuh Candra Kirana.

Mengutip UNESCO Memory of The Word, Cerita Panji adalah cerita dari abad ke-13 M yang menceritakan tentang petualangan Pangeran Panji, seorang ksatria Jawa yang mencari Putri Candra Kirana yang dicintainya. Petualangan ini dilakukan dalam berbagai penyamaran dan dengan berbagai nama yang berbeda, sebelum keduanya kekasih dipersatukan kembali.

Cerita Panji, menandai perkembangan literatur Jawa yang tidak lagi dibayangi oleh epik India seperti; Ramayana dan Mahabharata yang dikenal di Jawa dari abad ke-12 M.

Selama kekaisaran Majapahit abad ke-14 M hingga 15 M, Cerita Panji menjadi sangat populer, disebarkan oleh pedagang dari laut, dan telah menjadi satu literatur paling populer di Asia Tenggara selama abad 17 M hingga 18 M.

Cerita Panji bersebar sejak dari Jawa ke Bali, dunia Melayu, Thailand, Myanmar, Kamboja dan juga mungkin Filipina. Meskipun Cerita Panji tersebar keluar Jawa, tetapi tetap menjadi sastra dan budaya regional yang unik.

Sebagai folklore, maka adalah milik bersama secara komunal. Dan, dapat diceritakan ulang oleh sesiapapun.

Candi Penataran, Nglegok, Blitar, Jawa Timur. (credits: Wiki Commons)

Beberapa nama untuk Panji, adalah; Raden Panji, Panji Inu Kertapati, Raden Panji Inu, Raden Inu, Inu Koipan, Ino atau Hino Kartapati, Cekel Wanengpati, dan Kuda Wanengpati Janggala, serta Raden Panji Asmara Bangun. Juga Kuda Narawangsa, atau Panji Kuda Semirang, atau Panji Semirang.

Sementara di Thailand, Panji disebut Inao atau Enau atau Enau Kurepan, atau Raden Montree.  Di Myanmar ia disebut sebagai Inaung atau Enaung.

Panji adalah pangeran dari Kerajaan Jenggala, atau juga Kerajaan Kuripan (Koripapan). Panji bertunangan dengan Galuh Candrakirana, yang juga dikenal dengan nama Sekartaji, seorang putri dari Kerajaan Daha, di Kediri saat ini.

Sesaat sebelum terjadinya pernikahan, Galuh Candrakirana menghilang secara misterius.

Rupa-rupanya, Galuh Candrakirana diculik oleh seorang raksasa bernama Kelana Tunjung Seta. Raksasas ini adalah penguasa Kerajaan Kolano, dan ia menginginkan Galuh Candrakirana menjadi istrinya.

Dan, Panji pun berjuang untuk memebebaskan dan mendapatkan kembali Galuh Candrakirana.

Namun juga terdapat banyak versi lainnya. Yang umum terjadi pada folklore.

Yang menceritakan tentang pernikahan antara Pangeran Panji Asmarabangun dari Jenggala dengan Galuh Candrakirana dari Kerajaan Kediri. Kedua kerajaan terletak bersebelahan wilayah, dan kerap dinyatakan sebagai kerajaan kembar.

Batik dengan motif “Yuyu Kangkang”. (credits: Wiki Commons)

Adapun tujuan pernikahan itu, adalah untuk mengekalkan kedua kerajaan menjadi satu dinasti.

Pangeran Panji Asmarabangun sering berkelana, hingga ke Ashram. Tujuannya adalah untuk belajar berbagai ilmu dari para Brahmana bijak dan juga dari orang-orang dari berbagai kerajaan.

Namun, ketika, berada di sebuah pertapaan di suatu desa kecil, Panji Asmarabangun jatuh cinta dengan seorang gadis dari kalangan orang biasa, yang bernama: Dewi Anggraini. Panji, lalu membawa pulang Dewi Anggaraini ke istana Jenggala.

Akibatnya terjadi konflik antara Jenggala dan Kediri. Yang kemudian membuat Panji Asmarabangun dan Dewi Anggarini melarikan diri ke hutan.

Dalam pelarian itu, Panji Asmarabangun menjadi gila, dan Dewi Anggarini meninggaldunia.

Namun, pada akhirnya, Galuh Candrakirana berhasil menyelamatkan Panji Asmarabangun dari kegilaan. Keduanya pun menikah.

Dan, uniknya, wajah dari Galuh Candrakirana ternhyata mirip dengan wajah Dewi Anggarini. Ini adalah karena, kedua perempuan itu menyerupai wujud dari Kamaratih, sang Dewi Cinta.

Versi lanjutan dari Cerita Panji adalah; Ande-Ande Lumut dan Keong Mas.

Namun, terlepas dari berbagai versi, setiap folklore selalu meniliki nilai-nilai kelokalan yang ditonjolkan.

Yakni, nilai-nilai tentang; keteguhan, cinta, dan pengorbanan.*

Share:
avatar

Redaksi