Pelayaran Columbus; Simpulan Yang Belum Selesai
Ekonomi & Bisnis
September 27, 2026
Zachary Jonah

Sampul buku “The Diario of Christoper Columbus’s First Voyage to America 1492-1493”. (credits: Internet Archive)
“Mereka tampaknya akan menjadi pelayan yang baik dan cerdas, karena aku perhatikan mereka mampu menirukan dengan sangat cepat apa pun yang aku katakan kepada mereka.” Christoper Columbus
SETELAH pembunuhan George Floyd pada tahun 2020, terjadi vandalism terhadap Patung Columbus. Setelah pembunuhan Floyd, pengunjuk rasa di seluruh negeri menyerukan penghapusan patung Columbus, para pemimpin Konfederasi, dan lainnya.
Menurut pengunjuk rasa, penjelajah itu bertanggung jawab atas genosida dan eksploitasi penduduk asli. Demikian mengutip Bussines Insider.
Dalam catatan hariannya, Christoper Columbus selalu mengklaim bahwa mengkonversi orang yang tidak percaya adalah salah satu alasan untuk eksplorasinya. Dan, memang, ia semakin religius di tahun-tahun terakhir kehidupannya.
Dari tahun 1492 hingga 1504, Christoper Columbus telah menyelesaikan empat pelayaran transatlantik. Yang menghubungkan dua dunia yang berbeda: barat dan timur.
Mengutip History Today, ia telah mengidentifikasi dirinya dengan namanya, St Christopher. Ia mengklaim dirinya telah membawa anak Kristus melintasi ombah-ombak ganas.
Dan, ia merasa bahwa ia juga telah berjuang melintasi air di bawah beban berat Kristus. Sehingga, ia menyatakan diri sebagai Christo Ferens, pada tahun 1501.
Ketika di periode akhir abad ke-15, dimana kerajaan-kerajaan Eropa berlomba-lomba mencari rute perdagangan baru. Agar terhindar dari jaringan darat yang dikendalikan oleh Kekaisaran Ottoman. Barang-barang eksotis dengan harga yang mahal, rempah-rempah dan sutra pun ikut mendorong kompetisi ini.
Dari kacamata Eropa, Portugal dapat dikatakan “sukses” atas usahanya di sepanjang pantai Afrika. Meskipun, Portugal tidak menerima proposal rencana pelayaran Columbus
Namun, hari ini, perdebatan-perdebatan tentang pelayaran Columbus ke Dunia Baru seolah tidak memiliki kesimpulan kuat. Apakah sosok ini adalah pahlwan, atau justru sebaliknya: penjahat.

“The Inspiration of Christopher Columbus”. (credits: by Jose Maria Obregon)
Pada akhir abad ke-20, para sejarawan telah meneliti catatan-catatan dari ekspedisi Columbus. Mengutip History Skills, penelitian para sejarawan berkontribusi pada pemeriksaan ulang yang lebih luas dari kolonisasi Eropa. Tentunya, menantang narasi tradisional yang telah merayakan Penjelajahan Eropa.
Dengan kemungkinan, adanya perspektif baru yang lebih penting. Bahwa, penelitian itu telah mengevaluasi sumber-sumber primer dan mempertanyakan mitos nasionalisme Eropa.
Saat ini, banyak sejarawan berpendapat bahwa prestasi Columbus patur untuk dipuji. Namun, sekaligus, juga harus mengakui dampak negatif dari penjelajahan dan penemuannya.
Rencana pelayaran Columbus, untuk pertama kalinya, mendapatkan dukungan dari Raja Katolik Spanyol, Ferdinand dan Isabella, di tahun 1492. Columbus direstui denagn mendapatkan bantuan tiga kapal, yakni; Nina, Pinta, dan Santa Maria.
Maka, dimulailah pelayaran yang bersejarah bagi dunia Eropa.
Ia melemparkan sauh, dan berlayar dari Palos de la Frontera pada tanggal 3 Agustus 1492. Selanjutnya, ia berlabuh di sebuah pulau di Bahama, yang kemudian ia beri nama San Salvador.
Columbus bertemu dengan orang-orang Taino pada 12 Oktober 1492. Kedatangan Columbus mendapat penolakan dari orang-orang Taino.
Columbus meminta emas, dan memaksa orang-orang Taino di Hispaniola ke dalam sistem tenaga kerja paksa, yang disebut dengan: Encomienda. Yakni kerja paksa bagi penduduk lokal untuk menambang emas, dan juga menyediakan makanan bagi pemukim Spanyol.
Penduduk yang menolak menghadapi hukuman berat. Yang, kadang, termasuk mutilasi dan eksekusi.
Ribuan orang menderita di bawah kondisi ini.
Pelayaran kedua, adalah pada tahun 1493. Dengan armada yang lebih besar lagi 17 unit kapal. Kapal-kapal itu, membawa serta penduduk Eropa, juga ternak, dan berbagia macam persediaan yang ia maksudkan untuk digunakan untuk digunakan.
Maka, dimulailah untuk membangun koloni permanen. Dengan tujuan untuk dapat digunakan Spanyol sebagai basis untuk eksplorasi selanjutnya.

“The death of Columbus”. (credits: L Prang & Co)
Armadanya merapat di La Navidad, yang telah hancur berantakan. Pemukiman yang berada di Hispaniola ini, porak poranda karena konflik antara Spanyol dengan penduduk lokal.
Pemukiman baru pun didirikan, di La Isabela. Meskipun ketegangan tetap terjadi, antara pemukim Spanyol dengan penduduk lokal.
Kenyataannya, telah terjadi tindakan hukuman dan kerja paksa yang dialami penduduk lokal. Yang menyebabkan pemerintahan Spanyol dikritik habis-habisan, di dalam negeri.
Tahun 1498 adalah pelayaran ketiga, Amerika Selatan. Dan, sejauh itu, Columbus masih mempercayai, bahwa daratan yang ia labuhi adalah: Asia.
Sementara itu, kerusuhan yang terjadi di Hispaniola telah menyebabkan Columbus ditangkap pada tahun 1500. Bahkan, ia dipecat sebagai gubernur karena.
Ia dibawa pulang ke Spanyol dalam posisi dirantai.
Pelayaran keempat adalah pada tahun 1502, ke Amerika Tengah. Dan, Columbus telah mencapai Samudra Hindia.
Lagi dan lagi, terjadi konflik dengan penduduk lokal. Dan, laporan tentang ini pun sampai juga ke pemerintahan Spanyol, dan kembali mendapatkan kritik keras dari rakytanya.
Nicolas de Ovando diangkat sebagai Gubernur Hispaniola untuk menggantikan Columbus, pada tahun 1501. Otomatis, Columbus kehilangan gelarnya, baik sebagai viceroy (wakil raja) dan juga sebagai gubernur jenderal.
Raja Fernando menawarkan wilayah Carrion de los Condes di dekat Valladolid sebagi wilayah baru untuk dipimpin oleh Columbus. Namun, Columbus menolak tawaran itu.
di akhir hidupnya, Columbus menuntut agar Mahkota Kastilia memberinya sepersepuluh dari semua kekayaan dan barang dagang yang dihasilkan dari Tanah Baru. Ini yang sebagaimana diatur dalam Kapitulasi Santa Fe. Namun, tuntutan itu ditolak.
Seperti dua sisi mata uang, Christopher Columbus meninggaldunia dalam keadaan miskin di Valladolid, Spanyol, pada tanggal 20 Mei 1506.*
