Kembali Bertanam Padi

Inovasi

April 25, 2026

Astro Dirjo/Kota Jambi

Sawah di Kabupaten Batanghari. (credits: IST)

WAKIL Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono memimpin “Gerakan Tanam Padi Serentak” yang dilaksanakan di 16 provinsi. Penanaman ini dilaksanakan secara daring, dan dipusatkan di lokasi Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi, Selasa (21/4).

Adapun tujuan dari “Gerakan Tanam Padi Serentak”, adalah sebagai langkah strategis pemerintah dalam meningkatkan produksi pangan nasional di tengah ancaman perubahan iklim. Demikian mengutip laman Pertanian.

 “Diharapkan pemanfaatan lahan Cetak Sawah Rakyat (CSR) di Provinsi Jambi dapat segera produktif, dengan target 5.000 hektare lahan dapat langsung masuk siklus tanam,” kata Wamentan.

Menurutnya, percepatan tanam menjadi langkah strategis pemerintah untuk mengantisipasi dampak perubahan iklim, terutama ancaman El Nino yang berpotensi mengganggu produksi pangan. Sehingga, pemerintah daerah untuk bergerak cepat untuk meningkatkan produksi pangan pada sisa musim hujan.

Percepatan tanam ini, katanya, juga dilakukan untuk memastikan lahan yang telah dicetak melalui program CSR dapat langsung produktif dan memberikan hasil nyata bagi peningkatan produksi. Sebab, katanya, kunci keberhasilan CSR bukan hanya pada pencetakan lahan, tetapi memastikan lahan yang digunakan langsung dimanfaatkan.

Kondisi sawah di Kabupaten Batanghari. (credits: RRI)

“Pemerintah pun telah menurunkan penyuluh, Brigade Pangan, dan dukungan alat dan mesin pertanian agar proses tanam berjalan cepat dan efisien,” katanya.

Pelaksanaan tanam padi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi. Seperti;  rice transplanter dan drone.

Pendekatan ini menjadi bagian dari modernisasi pertanian sekaligus menjawab tantangan keterbatasan tenaga kerja. Dengan pemanfaatan teknologi, maka proses tanam lebih cepat dan efisien.

Selain itu, dukungan penyuluh dan keterlibatan petani dan Brigade Pangan pun bertujuan agar lahan yang telah dicetak dapat segera ditanami dan memberikan hasil nyata.

Pemerintah juga mengindentifikasi dan memaksimalkan dukungan sumber daya air untuk menghadapi potensi kekeringan akibat El Nino. Berikut juga menyiapkan peralatan berupa pompa air dan sumur bor.

Menurutnya, pemerintah juga akan membantu penyediaan benih dan pupuk. 

Program Cetak Sawah Rakyat (CSR) dilaksanakan di 19 provinsi dan ditargetkan seluruh lahan yang telah dicetak segera masuk siklus tanam guna memperkuat produksi padi secara berkelanjutan.

Pengawalan di lapangan menjadi faktor penentu dalam pelaksanaan program ini.

Pemerintah memastikan pemanfaatan lahan, termasuk yang bersumber dari skema CSR, dapat langsung ditanami tanpa penundaan, sementara berbagai kendala teknis diselesaikan secara paralel agar tidak menghambat percepatan tanam.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris mengatakan bahwa luas lahan baku sawah di Provinsi Jambi pada saat ini mencapai 69.000 hektare, dengan lahan eksisting sekitar 54.000 hektare.

Pada tahun 2025, program CSR telah menanam sekitar 1.200 hektare, dan pada 2026 ditargetkan meningkat menjadi 4.100 hektare.

Namun, produksi padi di Jambi saat ini hanya mampu memenuhi sekitar 71 persen kebutuhan konsumsi daerah. Sehingga masih terdapat kekurangan sekitar 29 persen untuk mencapai swasembada.*

Share:
avatar

Redaksi