Invasi Mekkah Di Tahun Gajah

Daulat

April 1, 2026

Jon Afrizal

Duel antara Abrahah dan Aryat. (credits: Wiki Commons)

ARAB selatan adalah wilayah bersejarah. Wilayah ini berada di selatan Jazirah Arab, yang terpusat di Yaman (kini Republik Yaman). Namun, secara sejarah, Arab Selatan juga termasuk Najran, Jizan, Asir (Arab Saudi), dan, Dhofar (Oman).

Adalah Abrahah al-Asyram, seorang jendral perang dari Kerajaan Aksum yang dikirim untuk menaklukan Kerajaan Himyar di jazirah Arabia Selatan, dan kemudian menjadi Raja Himyar. Dalam tradisi Islam, Abrahah al-Asyram disebut sebagai: Raja dari Arab Selatan.

Abrahah berusaha merebut Ka’bah di Mekah pada sekitar tahun 570 Masehi, dan, upaya ini gagal.

Procopius dari Kaisarea (500 – 565 M), seorang pemikir Bizantum, mencatat bahwa Abrahah dulunya adalah seorang budak dari pedagang Romawi di pantai Adulis, Eritrea di wilayah Abisinia.

Sementara, Ibnu Jarir ath-Thabari (838 – 923 M), sejarawan dan pemikir muslim dari Persia, menyatakan bahwa Abrahah al-Asyram memiliki hubungan yang dekat dengan keluarga Kerajaan Aksum. Aksum berada di Eritrea dan utara Ethiopia. Kerajaan Aksum yang penganut Kristen ini terkenal dengan perdagangannya.

Kerajaan Aksum telah ada sejak tahun 100 M hingga 940 M. Masa kejayaannya adalah pada abad ke 1 M, dimana kala itu Aksum menguasai Eritrea, Ethiopia utara, Yemen barat, Arab Saudi selatan dan Sudan.

Namun, Procopius dan al-Tabari bersepakat bahwa Abrahah adalah seorang jendral perang yang dikirim oleh Raja Aksum, Negus Kaleb, untuk menyerang Kerajaan Himyar (Homerit). Kerajaan Himyar adalah kerajaan dengan pengaruh Yahudi yang kuat, yang dipimpin oleh Raja Dzu Nawas, seorang pengikut Yahudi.

Kerajaan Himyar didirikan pada tahun 110 SM berada di Yaman. Kerajaan ini menaklukan Saba, Qataban, dan, Haḍramaut sekitar tahun 300 M.

Kerajaan Himyar takluk pada Kerajaan Aksum pada tahun 525 M.

Kota Tua Ma’arib. (credits: Wiki Commons)

Ketika Yerusalem dihancurkan oleh Kaisar Titus Flavius Vespasianus (9 – 79 M), yang adalah Kaisar Romawi pendiri Dinasti Flavia pada tahun 70 M. Lalu, sebagian dari pengikut Yahudi bermigrasi ke daerah Jazirah Arabia dan mencapai pantai selatan.

Beberapa abad kemudian, terutama sejak Konsili Nicea I dan Kontroversi Arian merebak, kaum Kristen Monofisit yang terdesak di Utara, khususnya di Syiria, juga mulai bermigrasi ke wilayah selatan Jazirah Arabia.

Persaingan antara dua penganut agama ini berujung kepada kekerasan. Raja Dzu Nawas yang beragama Yahudi melakukan pembantaian terhadap pengikut Kristen dan juga Orang Aksum di Himyar.

Selanjutnya, mengutip The Dictionary of Ethiopian Biography, Raja Negus Kaleb menunjuk Abrahah al-Asyram untuk melawan tindakan Dzu Nuwas, sekitar tahun 523 – 525 M. Kemudian, Abrahah pun menjadi penguasa Yaman.

Ia pun mendukung penyebaran agama Kristen dalam menghadapi pengaruh Yudaisme di Yaman, dan paganisme di Arab Tengah.

Mekkah pada periode itu, adalah pusat kultus Ka’bah dan lalu lintas peziarah berada di tangan keluarga Qurais yang kuat.

Untuk menyebarkan Kristen, Abrahah mendirikan Katedral al-Qullays, yang berada di atas reruntuhan kota Ma’arib kuno, yang berada di utara Yaman. Namun, tujuan utama dari pembanguan Katedral al-Qullays adalah dengan motif ekonomi, yakni untuk menandingi Ka’bah di Mekkah.

Mengutip Museum Nasional Saudi Arabia, Abrahah pun membangun Katedral di Najran, Gereja Allah di Ta’if, Gereja Yareem dan Gereja Ghamdan in Yaman.

Tentu saja, tindakan ini memicu permusuhan dari kaum Qurais yang takut bahwa lalu lintas peziarah dengan penawaran yang menguntungkan akan dialihkan ke Sana’a, Yaman.

Lukisan pasukan gajah pimpinan Abrahah yang keluar dari Mekkah. (credits: Wiki Commons)

Terdapat pula catatan yang menyebutkan bahwa seorang pengikut Qurais telah merusak gereja yang dibangun oleh Abrarah, dan inilah yang menyebabkan Abrahah mulai berkampanye melawan Mekkah.

Peristiwa penyerangan Mekkah ini dikaitkan dalam tradisi Islam dengan tahun kelahiran Nabi Muhammad, di sekitar tahun 570 MA.

Abraham dikatakan telah menggunakan elephantry (pasukan penunggang gajah) dalam penyerangannya. Sehingga, tahun penyerangan itu diingat dengan nama: Tahun Gajah (: am al fil).

Ketika, Abrahah, bergerak menuju Makkah dengan pasukan besar dan sejumlah gajah perang, dan berniat untuk menghancurkan Ka’bah. Namun, gajah terbesar, yang dikenal sebagai “Mahmud”, mendadak berhenti di perbatasan sekitar Mekkah dan menolak untuk masuk ke kota.

Namun, terdapat pula catatan bahwa penyerangan Abrahah gagal, karena taktik penundaan dari Qurais. Lalu, terjadi wabah penyakit yang menyerang pasukannya, dan, memaksanya mundur, keluar dari Mekkah. Sehingga, misi ekonomi untuk menaklukan Mekkah pun gagal.

Kejadian ini, dijelaskan dalam Al Quran di Surah al-Fil,yang terdiri dari lima ayat.

Mengutip Nahdatul Ulama, terjemahannya dari lima ayat itu adalah;

“Tidakkah engkau (Nabi Muhammad) memperhatikan bagaimana Tuhanmu telah bertindak terhadap pasukan bergajah?

Bukankah Dia telah menjadikan tipu daya mereka itu sia-sia?

Dia mengirimkan kepada mereka burung yang berbondong-bondong

yang melempari mereka dengan batu dari tanah liat yang dibakar,

sehingga Dia menjadikan mereka seperti daun-daun yang dimakan ulat”.

Sejauh ini, tidak terdapat catatan pasti terkait kematian Abrahah. Namun, banyak literatur sepakat bahwa Abrahah al-Asyram tewas dalam misi penyerangan ke Mekkah itu.*

Share:
avatar

Redaksi