Universitas Tertua Di Dunia
Inovasi
September 10, 2026
Junus Nuh

Patung Fatima al Fihri (credits: Jordan Museum)
“Universitas Al-Qarawiyyin bermula dari sebuah masjid kecil yang dibangun pada tahun 859 M melalui dana wakaf yang diberikan oleh seorang wanita kaya yang sangat saleh, yang bernama Fatima binti Muhammad al-Fahri.” Y. G-M. Lulat
SANGAT sedikit informasi yang diketahui tentang Fatima al-Fihri. Bersyukur, Ibn Abi-Zar sejarawan abad ke-14 M, pernah mencatatkannya dalam Rawd al Qirtas (The Garden of Pages).
Meskipun, banyak ahli barat yang sering memperdebat informasi itu. Walaupun, sebenarnya buku ini telah diterjemahkan ke banyak bahasa, terutama bahasa Spanyol dan Inggris
Namun, satu yang tidak dapat terbantahkan, adalah fakta tentang Masjid al-Qarawiyyin di Kota Fez, Marocco.
Masjid yang didirikan sekitar tahun 857 M hingga 859 M ini diakui oleh UNESCO sebagai universitas tertua di dunia, pada tahun 2009. Dan, Kota Tua “Medina of Fez” tercantum sebagai warisan budaya dunia.
Yang selanjutnya, lembaga pendidikan di dunia Islam ini disebut dengan: madrasah.
Sewaktu itu, Islam sedang berada di puncak kejayaan. Sementara kondisi di Eropa, yang saat itu berada di Middle Ages, sangat jauh bertolak belakang.

Halaman Universitas Al-Qarawiyyin. (credist: Wiki Photos)
Yang mengutip World Atlas, klaim otoritas yang bersaing oleh kaum bangsawan, monarki, dan Gereja Katolik. Selain itu, ekonomi Eropa sebagian besar adalah pertanian, dan sekitar 90 persen dari penduduk tinggal di desa-desa kecil.
Kota Fes yang kemudian dikenal dengan Fes el Bali didirikan pada masa dinasti Idrisiyah pada abad ke 8 M atau 9 M. Pada masa Dinasti Murabithun, Fes mulai dikenal sebagai pusat ilmu agama dan perdagangan.
Mengutip Britannica, Masjid al-Qarawiyyin berkontribusi pada pendidikan bagi ilmuwan yang berpengaruh di dunia. Seperti; Ibnu Rushd (Averroes), Paus Sylvester II, Moses Maimonides, Leo Africanus, dan Ibn Khaldun.
Mengacu pada Rawd al Qirtas, Fatima yang memiliki julukan Umm al-Banin (: Ibu dari Anak-anak) meninggaldunia sekitar tahun 880 M. Setelah ia wafat, Masjid al-Qarawiyyin berkembang menjadi lembaga pengajaran yang berfokus pada studi Islam, yakni teologi dan agama (al- ulum al-naqliyyah) sebagai mata pelajaran utama. Dan, ilmu pengetahuan dan pengetahuan dunia alam (al- ulum al- aqliyyah) sebagai disiplin sekunder.
Al Qarawiyyin adalah tempat untuk memperpadukan ide-ide dunia Islam dan Eropa. Pola ini berdampak pada ilmu pengetahuan dan filsafat. Terutama selama Middle Ages di Eropa, ketika umat Islam memerintah Andalusia Spanyol.

Satu sudut Kota Tua “Medina of Fes”, Marocco. (credits: UNESCO)
Pada abad ke-12 M dicatatkan, Masjid Al Qarawiyyin diperbesar dan menampung sekitar 22.000 jamaah (murid).
Masjid ini tetap beroperasi sebagai tempat pendidikan secara kontinyu dari masa ke masa, hingga hari ini.
Dan, setelah kemerdekaan Maroko pada tahun 1956, Masjid Al Qarawiyyin dimodernisasi. Sistem perkuliahan direorganisasi dengan ditambahkan fakultas hukum di dalamnya. Juga, madrasah ini menerima siswa perempuan.
Mengutip laman UNESCO, meskipun ibukota politik Maroko dipindahkan ke Rabat pada tahun 1912, Fez telah mempertahankan statusnya sebagai pusat budaya dan spiritual negara Maroko. Kota Fes yang didirikan pada abad ke 9 M, memcapai kejayaannya pada abad ke 13 M hingga 14 M.
Seluruh elemen kunci yang terdiri dari property seperti; madrasah, fondouks (penginapan), istana, tempat tinggal, masjid dan air mancur, memiliki Nilai Universal Luar Biasa. Keberlangsungan arsitektur tradisional, terutama dalam hal bangunan arsitektur dan perdagangan cinderamata, adalah keuntungan utama bagi pemeliharaan nilai-nilai properti ini.
Batas-batas properti yang tertulis di Daftar Warisan Dunia jelas dan sesuai dan termasuk perkotaan dan dinding. Zona penyangga yang didefinisikan oleh Keputusan 23 Agustus 1923 dan 29 Oktober 1954 secara memadai melindungi integritas visualnya.*
