Merry Crisis And A Happy New Fear

Daulat

January 1, 2026

Junus Nuh

Coretan mural di gedung pemerintah Yunani. (credits: Occupied London)

ATHENA tanggal 6 Desember 2008. Alexandros Grigopoulos, seorang anak laki-laki berusia 15 tahun, tertembak oleh polisi di Exarcheia.

Dalam beberapa jam ke depan, pengunjuk rasa memenuhi Athena. Mereka berbaris, membakar bangunan dan membangun barikade.

Target mereka adalah simbol-simbol kapitalisme, termasuk bank, kantor polisi, dan pohon Natal di Syntagma Square. Coretan mural memenuhi dinding-dinding target.

Satu dari coretan mural itu, adalah “Merry Crisis” atau “Merry Crisis And A Happy New Fear”.

Kalimat ini, kemudian menjadi slogan pembangkangan sipil di Yunani.

Pembangkangan Sipil pada Desember 2008 di Yunani, berlangsung hampir tiga pekan. Dan bahkan hingga beberapa hari setelah tahun 2009.

Protes sipil terhadap penembakan Alexandros Grigopoulos telah menyebabkan kerugian senilai USD 1,3 miliar pada sektor bisnis. Sebab, protes ini terjadi pada puncak musim belanja Natal. Demikian menuurt beberapa laporan ekonomi.

Ketika petugas kepolisian yang menggunakan perisai untuk menangkis batu, massa pemuda yang menutup wajahnya bergerak cepat untuk membakar pohon Natal. Lantas, polisi membalas dengan gas air mata.

Warga sipil berseloroh, bahwa, “Kadang kala, gas air mata dapat membuatmu melihat lebih baik”.

Aksi pembangkangan sipil di Yunani. (credits: Wiki Commons)

Pihak kepolisian melaporkan kerusuhan pada 7 Desmeber 2008 telah menyebabkan 24 anggota polisi luka-luka, dan satu orang mengalami luka serius. Sementara 31 toko, sembilan bank dan 25 mobil rusak atau terbakar.

Sebanyak enam orang warga sipil ditahan.

Meskipun, awalnya, demonstrasi bertujuan untuk memprotes pembunuhan Alexandros Grigopoulos. Namun, politik pun ikut andil.

Kelompok-kelompok pemuda dan serikat buruh telah menyasar protes pada berbagai bidang. Sejak dari pemerintahan konservatif Perdana Menteri Kostas Karamanlis hingga ke sistem kapitalis yang dijalankan di Yunani.

Kelompok serikat pekerja melakukan mogok kerja, demi bersimpati dengan para demonstran. Laporan media lokal menyebutkan mogok kerja oleh pengendali lalu lintas udara pun telah membuat Olympic Airlines membatalkan 28 penerbangan dan menunda 14 penerbangan.

Meskipun rumah sakit masih beroperasi, tetapi dengan staf yang sangat terbatas. Sebab, bahyak dari kaaarywan yang pro dengan pembangkangan sipil ini.

Pembunuhan terhadap Alexandros Grigopoulos adalah puncak dari periode kemerosotan ekonomi yang dihadapi masyarakat Yunani.

Survey yang dilakukan suratkabar Kathimerini menyebutkan sebanyak 60 persen responden menganggap mereka sebagai bagian dari “pemberontakan social” yang lebih luas.

Sebab, banyak orang yang peduli dengan skandal korupsi, yang sebagian besar melibatkan kesalahan penanganan uang publik, penyebaran kemiskinan, meningkatnya tingkat pengangguran di kalangan lulusan muda, dan ekonomi yang melambat selama Resesi Hebat yang dialami Yunani.

Lokasi terbunuhnya Alexandros Grigopoulos. (credits: Wiki Commons)

Menteri Dalam Negeri Yunani Pavlopoulos dan Wakilnya Panagiotis Chinofotis kemudian meyampaikan surat pengunduran diri, namun tidak diterima oleh Perdana Menteri Costas Karamanlis. Pun, Karamanlis meminta maaf secara terbuka kepada ayah remaja yang tewas itu.

“Saya mengetahui tidak ada yang dapat meringankan penderitaan kita semua. Tetapi saya menjamin bahwa negara akan bertindak, seperti seharusnya, agar tragedi ini tidak terulang lagi,” kata Karamanlis, mengutip BBC.

Yunani, sesungguhnya, sedang menghadapi krisis utang negara. Utang yang terus bertambah sejak masa resesi tahun 1920, hingga saat itu.

Krisis ini telah menyebabkan pemiskinan dan hilangnya pendapatan dan properti, dan memaksa pemerintah untuk melakukan serangkaian reformasi mendadak dan langkah-langkah penghematan.

Secara keseluruhan, ekonomi Yunani mengalami resesi terpanjang dari setiap ekonomi campuran maju hingga saat ini dan menjadi negara maju pertama yang pasar sahamnya diturunkan menjadi pasar negara berkembang pada tahun 2013, yang hanya mulai direklasifikasi kembali sebagai pasar maju oleh FTSE Russell pada Oktober 2025.

Akibatnya, sistem politik Yunani menjadi terbalik. Dimana terjadi pengucilan sosial meningkat, dan ratusan ribu orang Yunani yang terdidik meninggalkan negara itu. Meskipun mayoritas dari mereka telah kembali pada tahun 2024.

Krisis, yang menolak kebijakan penghematan dari negara, yang telah memiskinkan rakyat Yunani.*

avatar

Redaksi