Hujan Baru Sedikit Turun, Malah ISPA Yang Datang
Lingkungan & Krisis Iklim
September 11, 2026
Zulfa Amira Zaed/Kota Jambi

Kualitas Udara Kota Jambi. (credits: Google Earth/AQ Air)
TERHITUNG sejak 24 Agustus hingga 3 September 2026, telah terjadi sebanyak 3.437 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kota Jambi. Demikian data dari Dinas Kesehatan Kota Jambi.
“Paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan,” kata Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi Rini Kartika Handajani, mengutip Antara.
Kelompok berisiko itu adalah; balita, lansia, atau orang yang memiliki penyakit saluran pernapasan.
Ia mengatakan, fasilitas pelayanan kesehatan masyarakat siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap. Pun Puskesmas telah menyiapkan obat-obatan, dan rumah sakit juga telah menyiapkan fasilitas rawat inap.
Saat ini, katanya, pihaknya masih menangani rawat jalan untuk kasus akibat kabut asap.
“Puskesmas dan rumah sakit tetap siaga. Termasuk menyediakan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan, jika ada yang asma berat dan terdampak akibat asap, silahkan datang ke Unit Gawat Darurat (UGD),” kata Walikota Jambi Maulana.

Ilustrasi pemadaman Karhutla di Provinsi Jambi. (credits: Walhi Jambi)
Terkait dengan kelompok beresiko, mengutip Humas Pemkot Jambi, Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk TK/PAUD dan SD kelas 1 hingga 3 di Kota Jambi kembali diperpanjang pada tanggal 10 hingga 11 September 2026. Sehingga, kabut asap akibat karhutla telah mengganggu proses ajar mengajar selama dua pekan, sejak tanggal 31 Agustus 2026 lalu.
Sedangkan pembelajaran tatap muka untuk SD kelas 4 hingga 6, dan SMP kelas 7 hingga 9 mulai dilaksanakan dengan memperhatikan kondisi dan kualitas udara.
Kualitas udara di Kota Jambi masih tidak layak untuk Kesehatan, seiring hujan yang masih sangat sedikit turun, pada Kamis (10/9) untuk melenyapkan kabut asap.
Mengutip laman AQ Air, per tanggal 10 September 2026 pukul 14.35 WIB, kualitas udara di Kota Jambi adalah “Tidak Sehat” dengan angka 193 PM2.5. Adapun konsentrasi PM2.5 saat ini adalah 23 kali lebih tinggi dari nilai panduan PM2.5 tahunan World Helath Organization (WHO).
Walhi Jambi merilis bahwa Karhutla telah menghanguskan sebanyak 10.361 hektar hutan dan lahan di Provinsi Jambi. Terhitung sejak Januari hingga September 2026 terdapat 9.454 titik hotspot di seluruh Provinsi Jambi. Sebanyak 2.423 titik hotspot berada di areal berizin PBHP, HGU, hingga IUP Pertambangan Minerba.
Pun terdapat 11 korporasi yang wilayah konsesinya terjadi karhutla, dengan beberapa konsesi yang mengalami kebakaran berulang.
“Penetapan 15 petani sebagai tersangka di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan menunjukkan adanya kecenderungan penegakan hukum yang tidak menyentuh akar persoalan,” kata Oscar Anugrah, Direktur Eksekutif Daerah Walhi Jambi.
Menurutnya, ini adalah praktek yang berulang, sebagai kriminalisasi terhadap rakyat kecil. Sementara korporasi yang menguasai Kawasan dalam skala besar justru menikmati impunitas.*
