Kegaduhan Pada Simbang Kulon Night Carnival

Lifestyle

September 16, 2026

Mahendra Wisnu

Ilustrasi tanduk kambing (credits: Vector)

“Ekspresi seni dalam perayaan Maulid tetap memiliki batas ketika mulai menghadirkan simbol iblis, unsur yang menyerupai animisme, serta tontonan kekerasan terhadap hewan.” Wakil Ketua Umum MUI, KH M Cholil Nafis

ADA yang aneh pada Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, pada Jum’at (11/9). Even ini, adalah even tahunan masyarakat Kelurahan Simbang Kulon Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Provinsi Jawa Tengah, dan telah empat kali digelar.

Pada tahun 2026 ini, karnaval diikuti oleh 25 barisan yang berasal dari 25 musala yang ada di kelurahan itu.

Namun, kehebohan terjadi. Ketika pada sebuah pertunjukan, sekelompok orang berkostum putih dan berwajah tengkorak, membawa peti mati kemudian melakukan penyembelihan kambing.

Video pendek pun melintasi beanada media sosial. Banyak orang menyimpulkan bahwa ini adalah adegan satanic. Ketika aksara Ibrani yang sekilas komposisinya sangat mirip dengan Sigil of Baphomet. Yakni simbol ikonografi okultisme dan satanisme modern.

“Terkait kejadian yang berlangsung, secara detail pihak panitia tidak mengetahui,” kata perwakilan Panitia SKNC, Ziyad Azizi, mengutip Detik, Senin (14/9).

Ia mengatakan juga tidak mengetahui maksud dari penampilan itu.

Penampilan mirip satanic di SKNC 2026 itu, katanya, adalah pada bagian acara khitanan massal ke-61 yang diselenggarakan oleh Pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Simbang Kulon.

“Ekspresi seni dalam perayaan Maulid tetap memiliki batas ketika mulai menghadirkan simbol iblis, unsur yang menyerupai animisme, serta tontonan kekerasan terhadap hewan,” kata Wakil Ketua Umum MUI KH M Cholil Nafis, menilai.mengutip MUI Digital, Senin (14/9).

Sebab, katanya, berlawanan dengan semangat memperingati atau merayakan Maulid Nabi Muhammad SAW. Menurutnya, kegembiraan memperingati kelahiran Rasulullah SAW semestinya diwujudkan melalui kegiatan yang mendidik, menyejukkan dan memperkuat keimanan.

“Karnaval yang sifatnya mendidik tentu boleh, tetapi ketika itu menjadi animisme atau sesuatu yang menakutkan, tentu sangat bertentangan dengan haflah Maulid Nabi,” katanya.

Satu pertunjukan SKNC 2026 yang membuat gaduh. (credits: Uss Feed)

Pada siaran langsung SKNC 2026, penampilan yang dianggap satanic itu diawali dengan penampakan kain bergambar simbol pentagram dan sebuah Simone di lantai stage. Selanjutnya, sejumlah peserta dengan kostum monster muncul dan melakukan gerakan yang menyerupai sebuah ritual.

Beberapa peserta lainnya kemudian memasuki area pertunjukan dengan mengenakan pakaian serba putih dan topeng tengkorak. Mereka membawa sebuah peti mati yang kemudian diletakkan di atas kain bergambar pentagram.

Atraksi dilanjutkan dengan sejumlah peserta mengelilingi peti mati sambil membawa seekor kambing. Kambing itu kemudian disembelih sebagai bagian dari pertunjukan.

Setelah penyembelihan, seorang peserta berkostum monster terlihat membawa kepala kambing yang telah terpotong dan memperlihatkannya kepada penonton.

Hanya beberapa jam setelah mengikuti pertunjukan, peserta pertunjukan aneh itu, bernama Ahmad Faiz (41) meninggal dunia, Jum’at (11/9).

M Musa, paman dari Ahmad Faiz, membenarkan bahwa Ahmad Faiz memang menjadi salah satu peserta SKNC dan tampil menggunakan kostum monster. Ia memastikan kondisi Faiz sehat ketika mengikuti acara maupun setelah pertunjukan selesai.

Menurutnya, sekitar pukul 02.30 WIB, istri dari Ahmad Faiz mendapati kondisi tubuh Ahmad Faiz mendingin. Tapi Ahmad Faiz tidak mau dibawa ke rumah sakit. Kemudian, ia dinyatakan meninggal dunia.

“Kami meminta agar masyarakat tidak mengaitkan meninggalnya Ahmad Faiz dengan penampilannya pada SKNC 2026,” katanya, mengutip Tribun Jateng.

Menurutnya, pihak keluarga telah menerima kejadian itu sebagai musibah. Pun pihak keluarga meminta agar kabar mengenai kematian Faiz tidak dipelintir.*

Share:
avatar

Redaksi