India Meroket Menuju Orbit
Inovasi
August 1, 2026
Paramitha Rajapatni

Vikram-1 lepas landas. (credits: Skyroot Aerospace)
VIKRAM-1 lepas landas pada pukul 12:05 waktu India, Sabtu (18/7). Roket dengan tujuh lantai ini melakukan perjalanan sejauh 280 mil (450 kilometer), dari fasilitas peluncuran Indian Space Research Organisation (Isro) di Sriharikota, India Selatan, untuk mencapai Low Earth Orbit (LEO) atau orbit rendah bumi dalam penerbangan “Mission Aagaman” selama 16 menit.
Vikram-1 membawa beberapa muatan eksperimental dan juga pelanggan dari perusahaan di India dan luar negeri. Termasuk juga satelit demonstrasi teknologi dan eksperimen di orbit.
Peluncuran Vikram-1 ini adalah lanjutan dari misi Vikram-S, perusahaan yang berbasis di Hyderabad pada tahun 2022, yang menjadi roket pertama yang dikembangkan secara pribadi untuk mencapai ruang angkasa dari India pada penerbangan suborbital.
Vikram-1 diluncurkan oleh Skyroot Aerospace, unicorn teknologi luar angkasa pertama di India. Vikram-1 memiliki tinggi 22 meter, dan dirancang untuk membawa muatan seberat 350 kilogram ke orbit rendah bumi.
Roket ini menggunakan tiga tahap bahan bakar padat dan modul penyesuaian orbital berbahan bakar cair yang didukung oleh mesin cetak 3D. Teknologi ini, Skyroot Aerospace, diterbangkan untuk pertama kalinya di India.
Skyroot Aerospace, mengutip BBC, adalah perusahaan swasta India pertama yang meluncurkan roket ke orbit. Peluncuran ini menjadikan India sebagai negara ketiga, setelah AS dan China, dengan perusahaan swasta yang mampu meluncurkan orbital.

Vikram-1. (credits: Skyroot Aerospace)
Bagi Skyroot Aerospace, peluncuran roket Vikram-1 I I bertujuan untuk menawarkan pelayanan taksi ke ruang angkasa. Sehingga, pihak-pihak yang tertarik dapat menyewa roket ke Skyroot Aerospace, untuk mencapai tempat-tempat yang menarik di orbit, atau juga untuk menempatkan satelit dan mengunjungi stasiun ruang angkasa.
“Mission Aagaman”, mengutip Reuters, bertujuan untuk memvalidasi propulsi roket, avionik, telemetri, panduan, navigasi dan sistem kontrol dalam penerbangan. Sembari mengumpulkan data untuk peluncuran komersial di masa depan.
“Peluncuran ini adalah uji terbang. Kami akan melakukan beberapa ini sebelum kami pindah ke penerbangan komersial rutin.” Demikian pernyataan Skyroot Aerospace.
Liberalisasi Skyroot Aerospace ini telah mencapai valuasi sebesar USD 1,1 miliar, pada awal tahun 2026 ini. Skyroot Aerospace didirkan pada tahun 2018 lalu. Perusahaan teknologi luar angkasa ini pun telah menarik minat investor global.
India telah membuka peluang investasi swasta di sektor luar angkasa sejak tahun 2020. Sehingga memungkinkan startup untuk membuat roket, satelit, dan layanan peluncuran.
Sebelumnya, pembuatan roket, satelit, dan layanan peluncuran hanya dilakukan oleh pemerintah India melalui Indian Space Research Organisation’s (Isro). Dengan pola ini, pemerintah India berambisi meningkatkan pemasukan di ruang global menjadi USD 44 miliar pada tahun 2033, dari sekitar USD 8 miliar pada saat ini.*
