Mie Sagu Dan Kopi Gosong
Lifestyle
May 16, 2026
Jon Afrizal/Pekanbaru

Pulau Dedap, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. (credits: Google Photos)
SUBURB Kota Pekanbaru di Provinsi Riau adalah surganya kulineris. Tentunya bagi mereka yang ingin mencari makanan lokal, yang khas dan identik dengan kelokalan.
Mie Sagu, adalah penganan lokal yang tidak hadir di mall-mall mewah di pusat Kota Pekanbaru. Sebagai nafas lokal, Mie Sagu masih dapat dinikmati di wilayah suburb.
Mie Sagu, tentunya, adalah mie yang diolah dari bagian dalam pohon sagu (Metroxylon sagu). Beberapa orang menyebut pohom palma itu dengan sebutan “Sagu Rumbia”.
Pohon Sagu, adalah pohon palma khas pesisir timur Sumatra. Sebagai bahan makanan pokok, sebelum beras dari padi sawah menginvasi Nusantara berabad-abad lampau.
Mie Sagu adalah penganan khas Bengkalis, Kabupaten Kepulauan Meranti, Provinsi Riau. Jarak dari Kota Pekanbaru ke Bengkalis adalah 194 kilometer, dengan waktu tempuh sekitar 5 jam 37 menit.
Karakteristik Mie Sagu, berbeda dari mie yang terbuat dari tepung terigu. Warna Mie Sagu lebih transparan, sementara mie dari tepung terigu umumnya berwarna kuning.

Mie Sagu Dan Kopi Gosong. (credits: Jon Afrizal/amira.co.id)
Pun, ukurannya lebih besar dari ukuran mie tepung terigu. Dan tekstur Mie Sagu lebih kenyal ketimbang mie tepung terigu.
Dan yang utama, mie yang terbuat dari sagu adalah rendah lemak, bebas kolesterol, dan mengandung pati resisten yang membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL).
Mie Sagu buatan masyarakat Selatpanjang dan sekitarnya, khususnya, memiliki ciri khas yang utama. Mie Sagu, yang kadang dapat direbus dan kadang juga boleh digoreng itu, akan ditambahkan dengan ikan bilis atau ikan teri goreng yang keriuk, bawang merah goreng, lalu tauge dan potongan daun kucai.
Tak lupa juga telor ceplok, irisan ketimun dan tomat segar. Terakhir, sentuhan cabai merah goreng yang mirip dengan “Sambal Teri Medan”. Yummy.
Selain itu, terdapat pula Kopi Gosong, yang khas Kepulauan Meranti. Jika selama ini ketika ke Pekanbaru, lidah anda terbiasa menyeruput Kopi Tiam ala Malaysia, maka, kopi kepulauan adalah pilihan minuman lokal yang lainnya.
Kopi Gosong, demikian aku menyebutnya. Yang memang rasanya seperti biji kopi liberika yang disangrai hingga gosong. Rasanya, hampir mirip dengan kopi robusta produksi rumahan di Jawa Tengah, yang seringkali dibungkus dengan kemasan kertas. Meskipun, tidak persis sama, karena jenis kopi yang berbeda.
Kopi liberika tumbuh di wilayah-wilayah gambut di pesisir timur Sumatra.
Kopi liberika pada umumnya adalah berasa lebih tajam dan juga berbau zat besi yang alamiah gambut. Tetapi Kopi Gosong, disinilah letak istimewanya, malah tidak berbau gambut sama sekali. Ini menurut lidahku, lho, yang terbiasa icip-icip kopi produksi rumahan.
Namun, sayang sekali, aku tak sempat minum dan makan di tempat di kedai kopi itu. Melainkan take away. Sehingga, Mie Sagu dan Kopi Gosong pesananku harus dikemas dengan bahan plastik yang tidak ramah lingkungan.
Pun, dengan kemasan itu, tentu saja tidak eye catching dan instagramable. Whatever lah, yang penting, pencarianku terhadap makanan dan minuman lokalistik di Kota Pekanbaru telah tercapai.
Silahkan mencoba, dengan penuh semangat.
Sebab, kadang, kedai Mie Sagu dan Kopi Gosong disuburb Kota Pekanbaru buka sesuka hati. Jika belum bertemu, ibarat pepatah Melayu, “Belumlah jodoh”.*
