Kasus Asusila Harus Diminimalisir
Inovasi
June 17, 2026
Junus Nuh/Kota Jambi

Ketua Pengurus Nasional PKBI Pusat, Ichsan Malik. (credits: PKBI)
PERKUMPULAN Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) menyebutkan bahwa pada tahun 2025 terdata sebanyak 93.740 kasus kekerasan seksual berbasis gender. Yang terbanyak dari kasus ini adalah tindakan asusila.
“Jumlah ini memiliki kecenderungan meningkat pada tahun 2026,” kata Ketua Pengurus Nasional Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Pusat, Ichsan Malik, di Jambi.
Menurutnya, tindakan asusila terjadi karena faktor psikologis pelaku. Semisal, frustasi karena tujuannya tidak tercapai. Semakin tinggi tingkat frustasi, maka akan semakin tinggi juga agresitifas dari pelaku.
Namun,ada juga yang lari dari masalah. Pun terdapat pula yang berpikir secara rasional.
Sebagai solusi, PKBI yang berada di 25 provinsi, pun memiliki 25 youth forum dan 25 unit klinik. Keduanya dapat dimanfaatkan bagi banyak orang untuk berkumpul dan bersikusi, dan menyelesaikan masalah-masalah psikologi yang dialaminya ini. Penyelesaian masalah psikologi ini adalah bertujuan untuk memunculkan kesadaran kritis per seorangan.
“Ini adalah persoalan bersama di masyarakat,” Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jambi, Rahmad Mulyadi.
Ia mengatakan, jika korban berhadapan dengan hukum, maka PKBI Jambi akan membantu korban melalui Organisasi Bantuan Hukum (OBH) PKBI Jambi.

Direktur Eksekutif Daerah PKBI Jambi, Rahmad Mulyadi. (credits: BKKBN)
Namun, pihaknya selalu menggandeng tokoh masyarakat. Tujuannya adalah untuk mencegah sejak dini.
“Tokoh masyarakat sebagai orang yang dipanut masyarakat, tentu harus juga memberikan contoh yang baik, agar kekerasan seksual berbasis gender tidak terjadi di lingkungannya,” katanya.
Pun, tokoh masyarkaat dapat mengantisipasi sejak dini, jika “tercium” adanya kekerasan seksual berbasis gender di lingkungannya.
Feri Irawan, praktisi kesehatan di Provinsi Jambi, menyebutkan bahwa satu yang harus dipelajari oleh orang-orang muda adalah kesehatan reproduksi. Dengan memahami kesehatan reproduksi, maka setiap orang akan memahami tubuhnya, dan juga menghargai.
Seseorang yang menghargai tubuhnya, tentu akan melindungi tubuhnya.*
