Eropa Terapkan Aturan Baru Tentang Kemasan
Lingkungan & Krisis Iklim
August 20, 2026
Zachary Jonah

Ilustrasi kemasan. (credits: Packly)
Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam kemasan dapat berbahaya bagi lingkungan dan mahluk hidup.
TERHITUNG sejak tanggal 12 Agustus 2026, Uni Eropa menetapkan aturan baru tentang kemasan dan kemasan limbah. Aturan baru ini akan mengubah bagaimana cara produk dikemas, untuk melindungi lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Selain itu, aturan baru ini juga akan menciptakan peluang bagi bisnis. Demikin mengutip laman European Commission.
Aturan baru ini diharap dapat melindungi dan memperbaiki lingkungan dan membangun ekonomi yang lebih melingkar, berkelanjutan, dan kompetitif. Pun aturan baru tentang kemasan diharap dapat mengatasi tantangan lingkungan yang disebabkan oleh limbah kemasan, menyelaraskan aturan untuk bisnis di pasar tunggal, dan menciptakan peluang bagi bisnis yang terlibat dalam daur ulang dan solusi pengemasan berkelanjutan.
Diketahui bahwa kemasan menggunakan sejumlah besar bahan baku, dan juga menghasilkan limbah yang berakhir di tempat pembuangan sampah atau bahkan di laut. Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam kemasan juga dapat berbahaya bagi lingkungan dan mahluk hidup.
Aturan baru ini membahas masalah-masalah lingkungan, dengan menetapkan persyaratan yang ketat untuk pembuatan dan komposisi semua kemasan yang ditempatkan di pasar Uni Eropa.
Setiap orang yang membutuhkan kemasan, harus menggunakan kemasan yang dapat digunakan kembali atau dapat dipulihkan. Artinya, dapat digunakan lagi atau diubah menjadi sesuatu yang lain setelah digunakan.

Ilustrasi kemasan. (credits: KP Cargo)
Pada tahun 2030 nanti, kemasan sekali pakai tertentu akan dilarang. Sehingga, harus ada alternatif yang lebih berkelanjutan yang tersedia. Seperti; paket saus tomat kecil atau botol sampo mini di hotel, misalnya.
Adapun bagi pembuat kemasan, dibutuhkan kelayakan dan beberapa ketentuan. Yakni, Tidak Boros. Kemasan plastik harus dibuat sebagian dari konten daur ulang, dengan meningkatnya target Uni Eropa untuk tahun 2030 dan tahun 2040.
Lalu, Dapat Didaur Ulang. Dimana seluruh kemasan harus didaur ulang pada tahun 2030. Sehingga komponennya dapat digunakan untuk sesuatu yang lain sesudahnya.
Selanjutnya, Diberi Label Dengan Jelas. Label dan warna yang jelas membuatnya lebih mudah untuk mensortir sampah untuk didaur ulang. Dan label juga menunjukkan terbuat dari apa (bahan) kemasan itu. Dan diketahui juga dimana tempat membuangnya, dan bagaimana cara mendaurnya untuk digunakan kembali.
Selain itu, Harus Lebih Praktis. Dimana kemasan harus sesuai denga nisi, dan tidak ada celah kosong yang tidak diperlukan.
Pun, kemasan harus Lebih Mudah Digunakan Ulang, Mengisi Ulang dan Mengumpulkan Ulang. Sistem deposit dan pengembalian akan ditingkatkan. Sehingga perusahaan harus membuat opsi penggunaan kembali atau isi ulang tersedia jika memungkinkan, tanpa biaya tambahan.
Harapan dari aturan baru ini, adalah kemasan yang Lebih Adil dan Lebih Aman. Merek yang menggunakan bahan yang tidak dapat didaur ulang atau berbahaya bagi lingkungan harus membayar lebih untuk membersihkannya.
Bahan kimia abadi yang berbahaya dan menyebabkan kanker (PFAS) akan dibatasi dalam kemasan makanan.*
