Bank Jambi Dibobol, Masalah Security?
Daulat
February 25, 2026
Junus Nuh/Kota Jambi

Aplikasi “Bank Jambi Mobile” (credits: Google Play Store)
MANAJEMEN PT Bank Pembangunan Daerah Jambi (Bank Jambi) melaporkan peristiwa gangguan sistem, ke Polda Jambi untuk mengungkap penyebab pasti insiden itu. Gangguan sistem ini telah menyebabkan hilangnya dana di rekening nasabah pada Minggu (22/2) lalu.
“Laporan ini merupakan tindak lanjut dari komitmen manajemen untuk menjaga keamanan dana nasabah,” kata Direktur Utama Bank Jambi, Khairul Suhairi, mengutip Bank Jambi, Senin (23/2).
Terkait dana nasabah yang hilang, katanya, pihak Bank Jambi telah menjamin bahwa setiap nasabah yang terbukti mengalami kerugian akibat gangguan ini akan mendapatkan ganti rugi utuh sebesar 100 persen. Bagi nasabah yang merasa dirugikan, dapat melaporkan secara resmi ke layanan Customer Service di kantor cabang Bank Jambi terdekat, atau menghubungi Call Center di nomor 1500-665.
Dirreskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Taufik Nurmandia membenarkan bahwa polisi telah menerima laporan resmi dari pihak Bank Jambi. Kini, tim penyidik dari Subdit II Perbankan tengah mendalami laporan itu.
Namun, pihak kepolisian belum dapat memberikan keterangan lebih rinci mengenai detail kerugian ataupun modus yang digunakan, dikarenakan proses penyelidikan baru saja dimulai.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi, Yan Iswara Rosya, meminta masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu hasil audit forensik yang sedang berjalan. Sehingga, saat ini, OJK belum dapat memastikan kejadian ini sebelum ada hasil audit forensik.
Saat ini, untuk keperluan audit forensik, kanal mobile banking dan layanan ATM Bank Jambi masih dinonaktifkan sementara, namun transaksi melalui counter di kantor cabang tetap berjalan normal.
Sebelumnya, kantor Bank Jambi cabang Kuala Tungkal didatangi warga yang protes, Minggu (22/2). Mereka mempertanyakan hilangnya uang di rekening mereka masing-masing senilai puluhan juta Rupiah.
Warga mencurigai telah terjadi pembobolan sistem (hack and crack) di layanan Bank Jambi.

Konferensi Pers oleh manajemen Bannk Jambi, Senin (23/2). (credits: Bank Jambi)
“Kami mempertanyakan tentang mengapa uang kami dengan total IDR 20 juta di rekening kami menghilang,” katanya seorang nasabah yang mendatangi kantor Bank Jambi cabang Kuala Tungkal, mengutip Detik, Minggu (22/2).
“Uang di rekening saya sebesar IDR 16 juta juga hilang,” kata nasabah lainnya.
Para nasabah mengatakan bahwa mereka tidak pernah memberikan kode One-Time Password (OTP) kepada orang lain. Pun tidak mengakses tautan mencurigakan.
Banyak dari mereka juga tidak melakukan transfer. Tapi, saldo di rekening mereka menyusut.
“Uang kami yang hilang di rekening kami bukan hanya soal angka saja. Tetapi juga masalah keamanan dan kepercayaan perbankan, tempat kami menitipkan uang kami,” kata nasabah, yang tidak bersedia disebutkan namanya.
Persoalan yang sama juga terjadi di banyak kantor cabang Bank Jambi. Termasuk juga di cabang Kota Jambi.
“Dana di rekening saya juga hilang sekitar IDR 23 juta,” kata Wakil Ketua I DPRD Jambi, Ivan Wirata, mengutip Detik, Minggu (22/2).
Ia mengatakan bahwa sistem keamanan perbankan milik daerah ternyata tidak aman. Padahal, katanya, kepercayaan publik adalah modal utama perbankan.
“Persoalan trust ini harus dijelaskan secara terbuka,” katanya.
Kejadian ini, katanya, membuat kepercayaan nasabah terhadap Bank Jambi semakin menurun. Sehingga, pihak Bank Jambi perlu melakukan langkah-langkah strategis, yang dimulai dengan transparansi dan komunikasi, terbuka agar kepercayaan publik tak hancur.
“Ganti rugi segera, proses pengembalian saldo yang hilang harus dilakukan dengan cepat dan tanpa birokrasi yang rumit bagi nasabah yang terbukti menjadi korban,” katanya.
Selain itu, katanya perlu juga untuk melibatkan juga regulator dengan mengundang OJK dan Bank Indonesia untuk melakukan audit independen dan mengumumkan hasilnya agar masyarakat tahu bahwa pengawasan tetap berjalan.
Ia juga menekankan bahwa Bank Jambi perlu untuk menyertakan tim audit dan penguatan infrastruktur IT, serta audit keamanan eksternal. Pun, Bank Jambi juga diharapkan menggunakan jasa konsultan keamanan siber eksternal untuk melakukan penetration testing (uji bobol) untuk memastikan celah telah tertutup total.*
