Demonstrasi Oktober, Banyak Yang Ditahan
Ekonomi & Bisnis
October 22, 2026
Mahendara Wisnu

Demonstrasi di Tugu Tani, Jakarta, Selasa (20/10). (credits: BBC News Indonesia)
AKSI demonstrasi peringatan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran pada Selasa (20/10) berlangsung di banyak tempat. Sejak dari Jakarta, Bandung, Jogja, Makassar hingga Papua.
Sebanyak 11 aktivis Greenpeace membentangkan spanduk di atas Patung Selamat Datang, Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada pagi hari, sekitar pukul 06.05 WIB. Namun, setelah menjalankan aksinya, mereka dibawa ke Polda Metro Jaya dan belum dibolehkan pulang hingga sekitar pukul 20.05 WIB.
Mereka kini telah dibebaskan. Demikian mengutip BBC News Indonesia.
Sementara di Bandung, Jawa Barat, berdasarkan informasi sementara dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Kota Bandung, sebanyak delapan mahasiswa; enam dari Universitas Padjadjaran (Unpad) dan dua dari Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) dilaporkan sempat atau masih berada dalam penanganan kepolisian.
“Informasi yang kami terima masih terbatas sehingga belum dapat memberikan penjelasan menyeluruh mengenai seluruh mahasiswa yang diduga terlibat dalam penanganan itu,” kata Ketua Bidang Penanganan Kasus LBH Kota Bandung, Andi Daffa Patiroi, mengutip Kompas.
Menurutnya, terdapat enam mahasiswa dari Universitas Padjadjaran di Polrestabes Bandung. Tapi, telah dibebaskan, Rabu (21/10).

Demonstrasi di DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Selasa (20/10/2026). (credits: Kompas)
Sedangkan dua mahasiswa dari Unpar dilaporkan berada di Polda Jawa Barat. Menurutnya, LBH Kota Bandung menyebut kedua mahasiswa tersebut akan memperoleh pendampingan hukum dari LBH Pengayoman Unpar.
Sebelum, telah terjadi insiden pada malam hari, di tanggal 20 Oktober 2026, di Bandung. Awalnya, mahasiswa dan elemen masyarakat menyampaikan aspirasi di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Asia Afrika dan Gedung DPRD Jawa Barat.
“Situasi demonstrasi awalnya berjalan dengan baik, sebelum muncul insiden penyerangan terhadap truk polisi,” kata Wali Kota Bandung Muhammad Farhan.
Sebelumnya, insiden demonstrasi itu juga menjadi perhatian setelah muncul laporan mengenai kerusakan di sejumlah fasilitas. Termasuk di Tugu Simpang Lima, dan sebuah kendaraan yang berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Di Yogyakarta, sejumlah massa berupaya menerobos masuk ke dalam gedung DPRD DIY di Jalan Malioboro. Mereka dihadang aparat kepolisian, hingga memicu aksi saling dorong antara massa dan petugas.
Situasi semakin memanas saat sejumlah peserta aksi melempar botol dan batu ke arah aparat. Massa juga berupaya merebut perlengkapan polisi, termasuk tameng dan helm. Demikian mengutip BeritaSatu.
Polisi kemudian menangkap sejumlah mahasiswa yang diduga menjadi provokator dalam aksi itu. Hingga Selasa malam, mereka dilaporkan masih ditahan.
Sementara itu, massa lainnya masih bertahan di sekitar gedung DPRD DIY. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai jumlah massa yang ditangkap maupun pihak yang mengalami luka dalam kericuhan itu.
Aksi demo mahasiswa dari Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Universitas Islam Indonesia (UII) ini digelar sejak siang hari.
Sementara itu, mengutip Kompas, penyedia indeks pasar saham asal Amerika Serikat (AS), Morgan Stanley Capital International (MSCI) mengumumkan akan melakukan konsultasi resmi. Konsultasi ini bertujuan untuk menentukan apakah status Indonesia sebagai emerging market (pasar berkembang) akan diturunkan menjadi stand-alone market (pasar mandiri).
MSCI menyebut sejumlah persoalan struktural sebagai alasan dilakukannya konsultasi itu. Termasuk struktur kepemilikan yang tidak transparan, kepemilikan saham yang terlalu terkonsentrasi, serta praktik perdagangan yang terkoordinasi.
Pengumuman ini diikuti kejatuhan tajam pasar saham Indonesia. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 11,6 persen pada Jumat (16/10). Penurunan itu menghapus sekitar USD 85 miliar atau sekitar IDR 1.528 triliun kapitalisasi pasar. Pada Senin (19/10), IHSG kembali turun 3,64 persen dan ditutup di level 4.996,00, yang menjadi level terendah dalam enam tahun.*
