Kembali Ke Telephone Analog
Inovasi
May 10, 2026
Zulfa Amira Zaed

Ilustrasi alat komunikasi dengan menggunakan “kaleng dan benang”. (credits: Shutterstock)
DOOM-SCROLL tanpa henti sebagai bentuk kemewahan modern, ternyata telah menyita waktu dan ingatan bnayak orang. Kenyataannya, malah akan lebih baik untuk mengembalikan telephone yang smart menjadi minimalis digital yang analog atau “dumb-phone”.
Adalah Tin Can, satu perusahaan dari Seattle yang ingin mengubah ketergantungan itu. Para pendiri Tin Can memulai bisnis mereka setelah berjuang untuk menemukan ponsel yang cocok untuk anak-anak mereka.
Tin Can adalah ponsel rumah analog untuk anak-anak. Yang diberi nama “Tin Can” WiFi Landline.
Ponsel Tin Can, mengutip Cafe Mom, sangat sederhana. Perangkat ini, sejatinya hanya difokuskan sevagai alat komunikasi saja.
Orangtua membuat daftar panggilan yang disetujui untuk anak-anak mereka. Meskipun, berbasis WiFi, Tin Can adalah sama seperti bentuk telephone analog. Perangkat Tin Can tidak memiliki SMS, layar, dan juga tanpa embel-embel aplikasi tambahan, seperti di smartphone pada umunnya.
Dan, pengguna Tin Can dapat menghubungi pengguna Tin Can lainnya secara gratis.

Ilustrasi anak yang sedang menggunakan telephone analog. (credits: Tin Can)
Tetapi jika pelanggan ingin membuka panggilan ke ponsel dan telepon rumah lainnya, akan dikenakan biaya USD 9,99 per bulan. Jumlah itu, tentu saja jauh lebih murah ketimbang ponsel yang smart, dan tanpa terlalu khawatir dengan terlalu banyak paparan internet.
Tetapi perangkat Tin Can mengusung estetika gagang telepon retro-futuristik. Sejauh ini, tersedia empat warna nostalgik, termasuk “Answer Me Aquamarine” dan “Later Alligator Lilac”.
Dalam beberapa tahun terakhir, mengutip hypebeast, dorongan kembali ke “dumb-phone” dan teknologi analog mendominasi percakapan desain. Ini sesuai dengan keinginan konsumen yang bersungguh-sungguh untuk mencari cara untuk disconnect dari internet tanpa benar-benar menghilang.
Dan, di titik inilah Tin Can berada.
Meskipun awalnya dibuat untuk anak-anak, tetapi perangkat Tin Can memiliki daya tarik Y2K yang kuat, dan juga selaras dengan kebangkitan teknologi taktil yang lebih terarah.
Melalui ekosistem ini, pengguna dapat mengkurasi daftar kontak yang sudah disetujui secara sangat spesifik. Sehingga, artinya adalah, nol robocall, tanpa SMS spam, dan bebas distraksi algoritme.
Tin Can Wi‑Fi Landline, pada Juni 2026 dibanderol seharga USD 100, melalui webstore resmi Tin Can.
Sebab, sudah seharusnya, alat komunikasi kembali ke fungsinya, tanpa menjadi gerbang menuju seluruh totalitas internet.*
