Jelajah Nusantara Di Museum Eropa

Daulat

October 8, 2026

Jon Afrizal

Patung Ganesha dari Jawa Timur yang sempat “mampir” di Belanda, kini di Museum Nasional Indonesia. (credit: AFP)

Tidak dapat terbayangkan jika benda-benda Nusnatara ini berada di tangan yang tidak tepat. Akan menjadi rusak, dan bakal tidak ada bahan pembelajaran tentang sejarah Nusantara.

TERDAPAT, setidaknya delapan musem di Eropa yang menyimpan benda-benda Nusantara. Benda-benda itu didapat pihak musem, karena diserahkan secara pribadi oleh para kolektor bangsa lain, ataupun karena pengambilan paksa dari proses penyitaan saat penjajahan suatu negara berlangsung di Indonesia.

Mengutip Indonesia Baik, kedelapan museum itu adalah; Tropen Museum di Belanda, Metropolitan Museum of Art di Amerika Serikat, National Museet di Denmark, Muse Du Quai Branly di Perancis, Missionarry Ethnological Museum di Vatikan, Museum Fur Volkerkunde di Jerman, Museum of Crystal di Rusia, dan, Museo de Musica Etnica de Barranda di Spanyol.

Sejak era kolonialisme di Nusantara di awal abad ke-16 M, banyak terjadi pemindahtanganan benda bersejarah. Akibatnya benda-benda bersejarah Indonesia yang tersebar diberbagai negara, terutama Eropa.

Namun, hingga hari ini benda-benda tersebut tersimpan dengan baik di museum-museum itu. Sehingga, banyak orang yang terbantu dalam mempelajari tentang sejarah Nusantara.

Tidak dapat terbayangkan jika benda-benda itu berada di tangan yang tidak tepat. Akan menjadi rusak, dan bakal tidak ada bahan pembelajaran tentang sejarah Nusantara.

Benda koleksi terbanyak, mungkin, berada di Tropen Museum di Belanda. Dengan lebih dari 100.000 benda budaya. Termasuk patung, tekstil, senjata tradisional, bahkan hingga relief Borobudur yang dicat warna putih.

Tropen Museum. (credits: Wiki Commons)

Pada awal Januari 2022, mengutip Kompas, tiga museum di Belanda mengajukan repatriasi (penawaran pengembalian) koleksi benda jarahan perang. Yakni; Rijks Museum, Tropen Museum, dan Volkenkunde Museum.

Tropen Museum dan Volkenkunde Museum adalah dua museum yang tergabung dalam Nationaal Museum van Wereldculturen.

“Nationaal Museum van Wereldculturen tidak akan menanti sampai ada klaim dari negara-negara yang pernah dijarah benda-benda budayanya. Museum akan proaktif menawarkan koleksinya, khususnya benda-benda jarahan, untuk dikembalikan ke negara asalnya,” kata Stijn Schoonderwoerd, Direktur Nationaal Museum van Wereldculturen.

Pada tanggal 23 Desember 2019, Museum Nusantara Delft di Belanda, telah mengembalikan sebanyak 1.500 benda bersejarah Indonesia. Repatriasi ini sudah dipersiapkan sejak empat tahun lalu, tepatnya Oktober 2015.

“Krisis ekonomi yang melanda Eropa turut berdampak pada pengelolaan museum-museum di sana. Salah museum yang terkena imbasnya adalah Museum Nusantara Delft yang akhirnya mengembalikan ribuan koleksinya ke Indonesia,” kata Kepala Seksi Registrasi Museum Nasional Indonesia, Gunawan.

Meskipun demikian, sejauh ini, kedelapn museum itu masih menyimpan data digital terkait benda-benda Nusantara. Sehingga, bagi yang ingin mempelajari sejarah Nusantara, dapat memahaminya secara digital.*

Share:
avatar

Redaksi