Harga Minyak Dunia Menggila
Ekonomi & Bisnis
March 26, 2026
Zachary Jonah

Ilustrasi pengisian bahan bakar. (credits: Pexels)
ARAH perang AS-Israel di Iran yang tetap tidak jelas hingga hari ini, telah membuat harga minyak mentah Brent, sebagai patokan minyak global, kembali naik di atas USD 100 per barel. Namun, kekhawatiran bahwa konflik akan meningkat selama akhir pekan ini telah membuat harga minyak mentah Brent akan kembali melonjak hingga USD 113 per barel.
Kondisi perang yang telah memicu krisis energi global ini, membuat raksasa minyak Shell mengingatkan bahwa kekurangan minyak dapat melanda Eropa pada bulan April 2026.
“Asia Selatan adalah yang pertama untuk menderita krisis energi. Lalu berpindah ke Asia Tenggara, Asia timur laut, dan, selanjutnya ke Eropa pada bulan April,” kata kepala eksekutif Shell, Wael Sawan, mengutip BBC.
Pasar energi global telah mengalami perdagangan yang bergejolak sejak AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari lalu. Harga minyak dan gas telah melonjak, karena Iran merespons dengan secara efektif memblokir Selat Hormuz, jalur perairan sempit yang biasanya dilintasi sekitar 20 persen dari minyak dunia dan gas alam cair setiap harinya.
Para pebisnis Inggris mengatakan bahwa perang di Timur Tengah telah berdampak buruk pada permintaan pelanggan, harga input dan rantai pasok di bulan Maret 2026. Bahkan, Indeks Manajer Pembelian Global S&P, sebuah survei bisnis utama, melaporkan telah terjadi kenaikan bulanan terbesar dalam biaya sejak 1992.
Sementara harga bensin di China telah melonjak sekitar 20 persen sejak dimulainya konflik.

Kapal tanker di Selat Hormuz. (credits: Bank of Dallas)
Harga bensin pada awalnya ditetapkan naik CNY 2.205 per ton, dan harga solar CNY 2.120 per ton, tetapi setelah penyesuaian pemerintah, kenaikan akan hampir setengahnya menjadi CNY 1.160 per ton untuk bensin, dan CNY 1.115 per ton untuk solar, sejak Selasa (24/3).
Meskipun, media pemerintah China menyatakan bahwa China memiliki cadangan bensin sekitar 1,4 miliar barel.
Sementara itu, di Indonesia, mengutip laman Prabowo Subianto, harga bahan bakar bersubsidi dan non-subsidi tetap tidak berubah, hingga hari ini.
Namun, Jepang dan Korea Selatan adalah negara Asia yang paling terpengaruh oleh konflik Iran. Sebab, kedua negara ini sangat bergantung pada minyak dan gas yang melintasi Selat Hormuz.
Menurut Kementerian Ekonomi Jepang, harga bensin di Jepang mencapai rekor tertinggi pekan lalu, dengan harga eceran rata-rata bensin naik menjadi JPY 191 per liter pada Senin (23/3), meningkat 18 persen dari sepekan sebelumnya.
Sedangkan Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung pada hari Selasa (24/3) mengatakan lembaga-lembaga publik akan mengurangi penggunaan mobil penumpang. Lee Jae Myung pun menyatakan ia akan memimpin penanganan darurat ekonomi secara langsung dan membuat keputusan cepat pada saat ini.
Secara global negara-negara telah berusaha untuk mengurangi dampak dari harga energi yang lebih tinggi dan gangguan pasokan.
Negara-negara di seluruh Asia juga telah menerapkan berbagai langkah pemotongan biaya untuk membantu meredam lonjakan harga energi global yang terus melonjak.*
