Publik Figur Di #IndonesiaSadar
Daulat
October 30, 2026
Paramitha Rajapatni

Ilustrasi Monumen “Selamat Datang”. (credits: Wiki Commons)
AKSI demonstrasi #IndonesiaSadar yang berlansung di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat pada Rabu (28/10) lalu dihiasi oleh banyak wajah public figure. Belum ada penjelasan, apakah kehadiran public figure ini memang mendukung gerakan #IndonesiaSadar, atau, ada kepentingan lain.
Mengutip Kompas, Reza Rahadian dan Eva Celia berada di jalanan Bersama mahasiswa. Reza Rahadian mengenakan topi dan masker, dan Eva Celia mengenakan kaus berwarna putih dengan tulisan “Join Us. We fight for a clean government”.
Keduanya, Reza Rahadian dan Eva Celia sama-sama terlibat dalam film Laut Bercerita. Film ini diadaptasi dari novel yang berjudul sama, yang ditulis oleh Leila S. Chudori, dan terbit pada tahun 2017.
Laut Bercerita mengkisahkan tentang aktivisme mahasiswa, juga kehilangan, dan pencarian keadilan pada masa menjelang Reformasi 1998.
Sehari setelah demonstrasi berlangsung, mengutip Informasi, yakni hari Kamis tanggal 29 Oktober 2026, Reza Rahadian melakukan rangkaian promosi film. Direncanakan film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia pada tanggal 29 Oktober 2026.
Lantas, Zaskia Adya Mecca juga hadir di Bundaran HI. Istri dari sutradara Hanung Bramantyo dengan membawa ambulans dan logistik untuk massa aksi.
Sepertinya, ini bukan pertama kalinya Zaskia Adya Mecca hadir di jalanan bersama demonstran. Dan, ia selalu menyediakan logistik ataupun bantuan medis ketika membantu para mahasiswa berdemonstrasi.
Hanung Bramantyo, mengutip Volix, sedang menunggua penayangkan film Oki & Nirmala. Film ini akan tayang di bioskop pada 2027.
Film yang skenarionya ditulis 3 tahun lalu ini, membawa pesan untuk merawat pohon. Dan juga sebagai kado untuk anak-anaknya sekaligus untuk anak-anak Indonesia.

Gerakan #IndonesiaSadar. (credits: Rayenpono)
Lalu, Wanda Hamidah, aktris sekaligus mantan politikus, juga terlihat berada di kerumunan orang di Bundaran HI. Wanda Hamidah membawa poster bertuliskan “Silence is violence”.
Diketahui, Wanda Hamidah bergabung dengan Partai Nasdem, dan ia terpilih sebagai Dewan Pimpinan Wilayah provinsi DKI Jakarta, pada tahun 2018. Lalu, pada Pemilu Indonesia 2019, Wanda Hamidah mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI mewakili daerah pemilihan Jakarta Timur. Namun, gagal.
Wanda Hamidah punya ceriat sendiri soal ketidakadilan. Mengutip Warta Ekonomi, pada tanggal 13 Oktober 2022 atas perintah Anies Baswedan selaku gubernur DKI Jakarta, maka Wali Kota Administrasi Jakarta Pusat, Dhany Sukma memerintahkan keluarga Wanda Hamidah untuk mengosongkan rumah yang sudah mereka tempati sejak tahun 1960.
Ini semua tanpa keputusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Dan, dalam perintah pengosongan itu, dikerahkan; anggota SatPol PPPamong Praja, pemadam kebakaran, dan Penanganan Prasarana dan Sarana Umum.
Yang disertai dengan pengiriman truk dan buldozer.
Sebelumnya, juga berdasarkan perintah Anies Baswedan, aliran air bersih dari PDAM dan aliran listrik dari PLN sudah dimatikan secara sepihak oleh pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Terlepas dari pemahaman masing-masing orang terkait kehadiran public figure ini, namun, aksi deminstrasi yang dimotori BEM Universitas Indonesia (BEM UI) bersama Komite Selamatkan Daulat Rakyat (Komite SADAR) ini memberikan lima tuntutan kepada pemerintah. Yakni;
Pertama, tetapkan status bencana nasional, adili korporasi yang bertanggung jawab, dan tuntaskan integrasi tata kelola lahan. Kedua, wujudkan APBN untuk kepentingan rakyat dan hentikan pemborosan untuk kepentingan politik berkedok program populis seperti MBG dan KDMP.
Ketiga, turunkan biaya pendidikan, berikan akses layanan dasar yang merata, dan sediakan lapangan pekerjaan yang berkualitas. Keempat, hentikan penggunaan hukum untuk penyalahgunaan kekuasaan dan berantas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN).
Kelima, jamin kebebasan berpendapat dan hentikan militerisasi.*
