Tiga Korban Tertimbun Longsor Di Bungo

Lingkungan & Krisis Iklim

May 17, 2026

Jon Afrizal/Kota Jambi

Kondisi longsor di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu, (13/5). (credits: Basarnas Jambi)

SEBANYAK tiga orang menjadi korban tertimbun longsor pada kejadian tanah longsor di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi, Rabu, (13/5). Satu dari dua korban dinyatakan meninggal dunia. Longsor terjadi pada saat hujan turun dengan intensitas tinggi.

Korban yang meninggal dunia bernama Arya (11). Sementara, dua korban lainnya, Suryani (41) menderita luka serius pada kaki, dan, Revita (4) sempat ditemukan dalam kondisi kritis dan dibawa ke RSUD Muara Bungo.

Ketiganya adalah satu keluarga. Mereka tertimbun material dari rumahnya yang runtuh.

“Informasi terbaru, Revita (4) yang sempat kritis saat ini dinyatakan meninggal dunia,” kata Humas Basarnas Jambi, Lutfi, mengutip Kompas, Kamis (14/5).

Menurut informasi dari Basarnas Jambi, hujan turun sejak pukul 12.20 WIB, yang menyebabkan kondisi tanah menjadi tidak stabil hingga terjadi longsor.

“Saat longsor terjadi korban Suryani sedang berada di dapur, dan dua anaknya sedang berada di dalam kamar,” kata Kapolres Bungo AKBP Zamri.

Peta Kecamatan Tanah Sepenggal, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. (credits: Wiki Maps)

Saat itu, kata Kapolres, mereka mendengar suara gemuruh yang mengarah ke rumah. Namun, belum sempat menyelamatkan diri, longsor langsung menerjang rumah korban. Sementara, pada saat itu, suami dari Suryani sedang berada di luar rumah.

Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Gubernur Jambi Al Haris menginstruksikan Pemkab Bungo untuk mempercepat pendataan kerugian pasca longsor di Kelurahan Empelu, Kecamatan Tanah Sepenggal. Sejauh ini, katanya, langkah cepat untuk evakuasi penyelamatan terhadap korban sudah berjalan baik atas kerja sama tim gabungan dan masyarakat.

“Selanjutnya perlu dipercepat pendataan kerugian yang ditimbulkan,” kata Gubernur Jambi, mengutip Antara, Kamis (14/5).

Ibukota Kecamatan Tanah Sepenggal adalah Lubuk Landai, yang berjarak sekitar 25 kilometer dari Muara Bungo, ibukota Kabupaten Bungo provinsi Jambi. Kecamatan Tanah Sepenggal berada di bibir Sungai Batang Tebo, yang memisahkannya dengan Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.

Sebanyak 60 persen penduduk adalah berprofesi sebagai petani.

Namun, aktifitas penambangan emas yang adalah biasa dan telah terjadi sejak abad ke-14 Masehi, kerap menyasar ke Sungai Batang Tebo, yang membatasi dua kecamatan itu. Pada bulan Januari 2026, mengutip RRI, polisi membubarkan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang beroperasi di Dusun Sungai Mancur dan Dusun Tanah Periuk, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas.

Sehingga, kerusakan alam, adalah nyata. Dan, Kabupaten Bungo, telah lama diketahui publik Jambi sebagai wilayah pencarian emas, selain Kabupaten Merangin dan Sarolangun.

Sedangkan Dusun Empelu, yang kini menjadi Kelurahan Empelu, adalah satu dusun awal dari mergo (marga) Tanah Sepenggal, di era Jambi disatukan menjadi ke Residen Palembang di tahun 1900-an. Kepala dusun (: Rio) Dusun Empelu disebut atau bergelar Datuk Rio Indor Jayo.

Mengutip Hefni, dalam artikel berjudul “Sejarah Desa Empelu Kecamatan Tanah Sepenggal Kabupaten Bungo Tahun 1700-2005”, Desa Empelu memiliki luas wilayah 27,11 Kilometer persegi atau 2.711 hektare, yang terdiri dari permukiman (800 hektare), persawahan (500 hektare), tegalan (300 hektare), perkebunan masyarakat (1011 hektare), rawa (90 hektare), fasilitas umum (2 hektare), dan lainnya (8 hektare).

Desa Empelu terdiri dari 9 RT, yakni; Teluk Sedah, Tanjung Mahligai, Pulau Indah, Sungai Singkawang, Sungai Mengkuang, Pasir Putih, Selat Kandis, Kebun Jeruk, dan Bukit Harapan.

Jumlah penduduk Desa Empelu pada tahun 2019 sebanyak 4.245 jiwa, dimana 97 persen dari penduduk adalah Suku Melayu. Dengan rata-rata tingkat pertumbuhan penduduk dari tahun 2010-2019 sebesar 127 jiwa.*

Share:
avatar

Redaksi