Longsor, 250 Jiwa Terisolir

Lingkungan & Krisis Iklim

May 14, 2026

Farokh Idris

Kondisi longsor menuju ke Desa Koto Rawang. (credits: Pemkab Merangin)

SEBANYAK 250 jiwa penduduk Desa Koto Rawang di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi saat ini terisolasi. Ini terjadi karena akses jalan menuju ke desa di landscape Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) ini tertimbun longsor, pada Kamis (8/5) lalu.

Desa Koto Rawang adalah satu dari 11 desa di Kecamatan Jangkat, Kabupaten Merangin. Desa ini dihuni oleh 90 kepala keluarga (KK).

Jarak dari ibukota Kecamatan Jangkat menuju Desa Koto Rawang adalah sekitar 12 kilometer.

Terdapat tiga titik longsor yang memutuskan akses jalan menuju ke Desa Koto Rawang. Ketiga titik longsor itu memiliki panjang total sekitar 100 meter.

“Material longsor menutup badan jalan, dan menyebabkan jalan tidak dapat dilalui,” kata Kepala Pelaksana BPBD Merangin Muhamad Sahiri, mengutip Pemkab Merangin.

Peta Desa Koto Rawang. (credits: Google Maps)

Selain itu, terdapat satu unit jembatan yang hanyut terbawa arus banjir. Sehingga perlu dibangun jembatan darurat, untuk menormalkan akses jalan menuju Desa Koto Rawang.

Saat ini, Pemkab merangin tengah berkoordinasi dengan Dinas PUPR untuk mengupayakan pengiriman alat berat ke lokasi longsor dengan tujuan untuk membuka akses jalan menuju ke Desa Koto Rawang.

Sebab, satu-satunya cara untuk membuka timbunan tanah longsor adalah dengan menggunakan alat berat. Dengan menggunakan alat berat, volume tanah longsor yang menimbun badan jalan dapat diurai.

Tentunya, alat berat dapat menembus lokasi longsor, dengan dipandu oleh masyarakat lokal yang memahami medan.

Penduduk Desa Koto Rawang bergantung dari hasil pertanian padi sawah, kopi dan kayu manis. Jika penanganan longsor tidak dilakukan dengan cepat, maka besar kemungkinan spekulan akan bermain, dan harga kebutuhan pokok bagi penduduk desa akan melambung tinggi.*

Share:
avatar

Redaksi