Selat Hormuz Dibuka

Ekonomi & Bisnis

March 24, 2026

Zachary Jonah

Selat Hormuz. (credits: Iran International)

PRESIDEN Amerika Serikat, Donald Trump mengunggah pernyataan bahwa Iran harus membuka jalur Selat Hormuz dalam 48 jam ke depan. Unggahan itu dipublikasikan pada 21 Maret pukul 23.44 GMT.

“Jika Iran tidak sepenuhnya membuka Selat Hormuz dalam 48 jam sejak saat ini, maka Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagaipembangkit listrik Iran, dimulai dari yang terbesar,” demikian unggahan Donald Trump, mengutip BBC.

Sementara itu, Duta Besar Iran untuk Inggris, Ali Mousavi mengatakan bahwa kapal-kapal pemgangkut minyak dapat melewati Selat Hormuz. Itupun jika pengaturan keamanan dan keselamatan dikoordinasikan dengan pihak berwenang Iran.

Ia pun mengatakan bahwa Teheran siap untuk bekerja dengan Organisasi Maritim Internasional dan negara-negara lain untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi pelaut di Teluk Persia.

“Diplomasi tetap menjadi prioritas Iran,” kata Mousavi, mengutip Iran International.

Namun, katanya, adalah lebih penting untuk menghentikan agresi dan saling percaya.

Selat Hormuz terletak di antara Teluk Persia dan Teluk Oman. Selat ini adalah satu-satunya jalur laut dari Teluk Persia ke laut lepas dan menjadi satu titik strategis paling penting di dunia.

Jalur pentinhg ini telah berlangsung selama berabad-abad, dengan wilayah di arah daratan yang luas dan kaya akan barang-barang perdagangan mewah yang tidak memiliki akses mudah ke pelabuhan perdagangan yang menguntungkan.

Zahir ud-Din Muḥammad (Babur) penguasa pertama Kekaisaran Mughal taun 1500-an Masehi, menyatakan tentang bagaimana kacang almond harus dibawa dari wilayah Fergana yang jauh di Asia Tengah ke Hormuz untuk mencapai pasar.

Kini, mengutip Energy Information Administration, 15 kapal tanker yang membawa 16.5 hingga 17 juta barel minyak bumi melewati Selat Hormuz setiap harinya.*

Share:
avatar

Redaksi