Para Syahid Di KM Virgo

Hak Asasi Manusia

September 24, 2026

Farokh Idris

Ilustrasi pemandangan laut di lihat dari jendela kapal. (credits: Pexels)

DERAJAT mati syahid bagi seorang muslim, tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang meninggal ketika berperang membela agama saja. Tetapi juga untuk beberapa kondisi lainnya.

Terdapat beberapa kondisi, mengutip laman Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang membuat derajat kematian seseorang menjadi syahid. Terdapat dua hadis yang menjelaskan tentang kondisi itu. Yakni hadis riwayat Bukhari dan Muslim, dan hadis riwayat Malik bin Anas.

Bukhari dan Muslim menggolongkan syuhada pada lima golongan. Yakni; orang yang meninggal karena wabah tha‘un, sakit perut, tenggelam, tertimpa reruntuhan, dan yang gugur di jalan Allah.

Sementara Malik bin Anas, menggolongkan syahid menjadi tujuh golongan. Yakni, orang yang meninggal karena tha‘un, tenggelam, terkena penyakit dada (pleuritis), sakit perut, terbakar, tertimpa bangunan, dan, perempuan yang meninggal karena melahirkan.

Kematian-kematian seperti yang disebutkan ini, adalah kematian yang berat dan penuh penderitaan. Maka, sesuai ajaran Islam, Allah menjadikannya sebagai sarana penghapus dosa dan pengangkat derajat, hingga seseorang dapat mencapai martabat syahid.

Sehingga penumpang KM Virgo Transport 8 yang meninggaldunia adalah syahid. Kapal penumpang rute Surabaya-Banjarmasin ini mengalami kecelakaan dan tenggelam di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada Minggu (13/9).

KM Virgo Transport 8 ketika berada di laut. (credist: Wiki Commons)

Hingga Selasa, pukul 22.00 WITA, Basarnas mengkonfirmasi sebanyak 126 korban telah ditemukan. Yang terdiri atas 108 orang selamat, dan 18 orang meninggal dunia.

Sementara 117 korban masih proses pencarian dari total 243 orang dalam manifes KM Virgo Transport 8.

Tim penyelam gabungan, mengutip Detik, berhasil menembus akses ke sejumlah kamar korban kecelakaan Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8. Ketika kaca jendela kamar-kamar kapal itu dipecah, ditemukan banyak jasad korban kecelakaan yang terjebak di dalam.


“Pencarian saat ini difokuskan pada bagian badan kapal terutama kamar-kamar penumpang karena tim telah menemukan banyak penumpang yang terjebak di dalam bangkai kapal. Beberapa jasad masih terjebak lantaan terjepit,” kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana, selaku SAR Mission Coordinator.

Hingga hari ke-10, katanya, terlihat banyak penumpang yang terjebak di dalam kamar kapal. Tim SAR berupaya untuk mengeluarkan korban dari kamar kapal.

Mengutip Associated Press, kapal ini yang awalnya bernama Ferry Kurushima, dibangun pada tahun 1987 di galangan kapal Shin Kurushima Onishi Shipyard di Imabari, Jepang. Kapal ini dimiliki oleh PT Virgo Karya Shipping, dengan nomor IMO 8625179.

Kapal ini, mengutip Kata Data, memiliki panjang 119 m (390 feet) dengan tonase kotor 4.277 GT (Gross Tonage), dan daya angkut sekitar 2.612 DWT (Deadweight Tonnage).

Sebelum dibeli dan dibawa ke Indonesia pada tahun 2026, mengutip Kompas, kapal ini melayani rute domestik di Jepang, yang menghubungkan Pelabuhan Kokura dan Pelabuhan Matsuyama hingga masa operasional terakhirnya di sana pada 30 Juni 2025.

Setelah berada di Indonesia, kapal ini baru mulai dioperasikan secara komersial pada Juli 2026 untuk melayani lintasan antarpulau Surabaya – Banjarmasin pulang – pergi.*

Share:
avatar

Redaksi