IHSG Menguat, Kepercayaan Pelaku Pasar Pulih

Ekonomi & Bisnis

July 19, 2026

Zulfa Amira Zaed

Ilustrasi grafik naik IHSG BEI. (credits: Magnific/BEI/amira.co.id)

Penguatan IHSG menunjukan pulihnya kepercayaan pelaku pasar, dan juga masuknya aliran dana ke bursa saham.

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menguat 4,63 poin atau 0,08 persen ke posisi 6.112,84, pada perdagangan Jumat (17/7) pagi. Penguatan IHSG menunjukan pulihnya kepercayaan pelaku pasar, dan juga masuknya aliran dana ke bursa saham.

Yang terpenting, adalah juga memperlihatkan optimisme terhadap perbaikan kondisi ekonomi makro, dan sentimen positif global terhadap Indonesia.

Sementara itu, mengutip Antara, Indeks LQ45 (kelompok 45 saham unggulan) naik 0,31 poin atau 0,05 persen ke posisi 608,89.

IHSG pada Kamis (16/7) sore, ditutup naik ditopang oleh penguatan semua sektor saham. IHSG ditutup menguat 66,24 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.108,21. Sementara Indeks LQ45 naik 8,68 poin atau 1,45 persen ke posisi 608,58.

RTI Business mencatat sebanyak 1,11 miliar saham telah diperdagangkan di menit-menit awal. Yakni, dengan nilai perdagangan sebesar IDR 342,36 miliar dan frekuensi perdagangan baru mencapai 95.141 kali transaksi.

Sebanyak 228 saham diperdagangkan mencatatkan kenaikan, 142 saham terkoreksi, dan 273 saham stagnan.

IDX Composite. (credits: Google)

Namun, mengutip Investor Daily, diantara daftar top gainers, saham PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik hingga batas auto rejection atas (ARA). Harga saham AGAR melonjak 24,69 persen menjadi IDR 404.

Sedangkan saham-saham top gainers lainnya adalah PT Prodia Diagnostic Line Tbkb (PRDL) naik 16,98 persen ke IDR 496. Dan, PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk (RANS) naik 11,76 persen ke IDR 304.

Lalu, saham PT Lenox Pasifik Investama Tbk (LPPS) naik 10 persen ke IDR 77. Dan, PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) naik 9,88 peren ke IDR 89.

Maximilianus Nico Demus, Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas mengatakan bahwa kenaikan indeks potensi dibatasi efek dari harga minyak dunia yang kembali bergejolak, dan saat ini telah tembus diatas USD 80 AS per barel. Ini terjadi sebagi dampak memburuknya kembali hubungan Amerika Serikat dan Iran.

Sedangkan dari dalam negeri, katanya, penguatan IHSG didukung oleh pemerintah yang tengah mempersiapkan langkah-langkah fiskal dan pasar untuk mengendalikan inflasi. Khususnya pada komoditas pangan yang volatil dan meningkatnya biaya industri.

“Keputusan lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia, juga masih menjadi sentimen positif bagi aset domestik,” katanya, mengutip Antara.

Tapi, katanya, kenaikan harga minyak dunia akan membebani APBN. Sehingga dikhawatirkan akan melemparkan defisit fiskal.*

Share:
avatar

Redaksi