Berbeda; Kode Identifikasi Resin Dan Simbol Daur Ulang
Lingkungan & Krisis Iklim
February 19, 2026
Jon Afrizal

Sampah plastik di pulau buatan Thilafushi, Maladewa. (credits: Flickr)
Tidak ada jaminan bahwa angka pada segitiga RIC di suatu kemasan plastik dapat didaur ulang di seluruh fasilitas daur ulang lokal.
TERDAPAT bentuk yang hampir sama dari Kode Identifikasi Resin/Resin Identification Code (RIC) dan Simbol Daur Ulang Universal/Universal Recycling Symbol (URS) ada pada kemasan plastik. Namun, sudah jelas, fungsi keduanya berbeda.
Mari kita bahas, di sini.
Kode Identifikasi Resin (RIC) berbentuk: segitiga dengan tiga anak panah yang saling mengejar searah jarum jam. Mengutip ASTM, simbol ini dikembangkan pada tahun 1988 oleh Society of the Plastics Industry Inc (SPI) di Amerika Serikat, dengan tujuan untuk mengidentifikasi kandungan resin dari suatu produk plastik.
Adapun tujuan dari kode SPI asli adalah untuk; menyediakan sistem nasional yang konsisten untuk memfasilitasi daur ulang plastik pasca-konsumen, pentargetan wadah plastic, menawarkan sarana untuk mengidentifikasi kandungan resin botol dan wadah yang biasa ditemukan di aliran limbah perumahan; dan menyediakan coding untuk enam jenis resin yang paling sering ditemukan, dengan kategori ketujuh dibuat untuk semua jenis lain yang tidak ditemukan dalam kode “1” hingga “6”.
Kode angka “1” hingga “7” di sekitar simbol segitiga. Umumnya, angka berada di bagian tengah segitiga, dengan keterangan di bagian bawah.
Angka “1” untuk PETE/PET (Polyethylene Terephthalate). Yakni plastik bening atau transparan. Umumnya, plastic jenis ini diunakan untuk produk seperti; botol air mineral, botol selai, dan kemasan makanan sekali pakai.

Ilustrasi Kode Identifikasi Resin dengan angka “1” pada produk plastik daur ulang dengan huruf “r” (recycle) PET. (credits: Project Osprey)
Angka “2” untuk HDPE (High-Density Polyethylene). Yakni plastik kaku dan kuat. Umumnya digunakan untuk; botol susu, botol sampo, deterjen, dan jerigen.
Angka “3” untuk PVC (Polyvinyl Chloride). Yakni plastik fleksibel atau kaku. Yang sering digunakan untuk pipa, kabel, tirai kamar mandi, dan kemasan blister.
Angka “4” untuk LDPE (Low-Density Polyethylene). Yakni plastik lembut dan fleksibel. Plastik jenis ini biasa dihunakan untuk’ kantong belanja, tas sampah, dan bungkus makanan.
Angka “5” untuk PP (Polypropylene). Yakni jenis plastik kaku dengan titik leleh tinggi, aman untuk wadah makanan panas/microwave, botol yogurt, dan tutup botol.
Angka “6” untuk PS (Polystyrene). Yakni jenis plastik kaku atau busa, yang sering digunakan untuk styrofoam, karton telur, dan wadah makanan sekali pakai.
Terakhir, angka “7” untuk Other/O (Jenis Plastik Lainnya). Yakni jenis plastik campuran atau jenis lain. Seperti; polikarbonat, nilon, atau bioplastic, yang tidak termasuk kategori “1” hingga “6”.

Simbol Daur Ulang Universal ciptaan Gary Anderson. (credits: North America’s Recycling and Composting Journal)
Sehingga, kode angka “1” hingga “7” bertujuan untuk menempatkan dimana sampah produk harus berada atau dibuang. Dan, bukan bertujuan untuk memastikan suatu produk plastik untuk didaur ulang.
Jikapun ingin mendaur ulang sampah produk plastik ini, adalah di pabrik atau industri. Dan, tidak dapat dilakukan di rumah tangga.
Sementara, Simbol Daur Ulang Universal (Recycling Symbol in Unicode) adalah simbol yang berbentuk segitiga yang terdiri dari tiga panah yang saling mengejar yang dilipat dalam strip (pita) Mobius. Ini adalah simbol yang diakui secara internasional untuk didaur ulang.
Mengutip North America’s Recycling and Composting Journal, simbol ini yang diciptakan oleh Gary Anderson pada pada perayaan Earth Day (Hari Bumi) pertama pada tahun 1970.
Gary Anderson, sewaktu itu, adalah seorang siswa berusia 23 tahun yang bekerja untuk Container Corporation of America (CCA). Simbol ini tidak bermerek dagang dan berada dalam domain public. Banyak variasi pada logo telah dibuat sejak penciptaannya.
Konsumen sering menyalahartikan, bahwa kode identifikasi resin berkontribusi terhadap daur ulang. Sebab, meskipun selintas terlihat keduanya sama, namun pembedanya adalah pada pita (strip) dan angka.
Dan, umumnya, kode identifikasi resin tidak menunjukkan apakah suatu produk dapat didaur ulang.*
